Selasa, 21 Desember 2010

Cipa…Wandala…

Minggu jam 5-an sore setelah lebih dari 2 jam nganter teman-teman memilih souvenir di Paddys, akhirnya kaki yang mulai pegal-pegal diarahkan ke bagian sayur dan buah. Rencananya buat ‘sangu’ Lebaran Idul Adha besok pagi. Tiba-tiba baru kusadari pasar itu telah penuh sesak orang yang sukar sekali bergerak. Aku aku terseret dalam arus manusia dalam suatu ruang yang luas namun telah penuh sesak orang. Ribut dan serba terburu-buru. Hanya bebas jika pas di ‘perempatan’ antar los.
Tujuanku satu, kearah pedagang buah pear di pojok , biasanya ada banyak. Tapi hari ini hanya yang kulihat hanya pada dia, yang biasa berteriak menawarkan dagangannya. “Cipa…cipa” . Mungkin mereka sudah mengucapkan dengan english- ausi yang benar tetapi logatnya aneh terdengar di telingaku.
Aku pikir Sydney memang sangat kompleks, ada sangat banyak pendatang di kota ini. Di stasiun, di jalan, di kampus, dan yang pasti di pasar, akan terdengar banyak bahasa yang diucapkan orang. Kadang temanku berkelakar “ kita lagi di Sydney apa di Shanghai, sih?”
Aku jadi geli sendiri, bagaimana bisa meningkatkan bahasa Inggrisku kalau bukan hal yang jarang kudengar orang berbahasa Indonesia di sini. (ya, above all, I love Indonesia!).
Balik lagi ke pasar itu. Saat pasar mendekati jam tutup, banyak barang yang dijual dengan harga sangat murah dibandingkan hari sebelumnya, terutama barang-barang yang mudah busuk seperti sayuran dan buah-buahan. Ini yang menyebabkan pasar jadi penuh hari ini. Semua, aku pikir, memanfaatkan kesempatan untuk mengejar barang yang telah dikelompokkan dalam keranjang dan diteriaki “wandala…wandala…”.
Saat kuambil sekeranjang anggur non biji (lebih dari sekilo – biasanya sekilo dijual $5), pedagangnya memberi harga wandala. Sementara temannya berbisik menanyakan bahasa Inggris dari kata yang dia tidak tahu. Dan mereka berbicara dalam bahasa Indonesia. Hebat!
Ya…Inilah pasar…. Akan ada bahasa universal yang sama sekali jauh dari rumitnya politik. Hal yang penting adalah kita bisa dapat harga yang cipa…wandala…
(dipindah dari http://purtadi.wordpress.com, ditulis tanggal 8 Desember 2008 pukul 11:19 am)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar