Jumat, 25 November 2011

Mendownload Video Youtube (dkk) dengan Video Download Helper

Ditanya tentang mendownload video di youtube membuatku semangat untuk posting dengan gambar lagi. Bukannya mau menggurui tapi sekedar sharing pengetahuan, siapa tahu ada rekan lain yang juga pas nyari apa yang akan aku sajikan berikut ini.
Apa yang akan kutulis adalah mengunduh video youtube dengan menggunakan pengaya Video Download Helper. Untuk teman-teman yang sudah biasa mendownload dan kebetulan mau share cara yang lain, silakan kasih komennya --- ditunggu.
Tapi aku sendiri lebih memilih apa yang sudah difasilitasi oleh mozilla. Sebenarnya mozilla memiliki beberapa addons/pengaya yang dapat digunakan untuk mendownload video dari website- terutama youtube dan beberapa web khusus video, meskipun banyak juga yang dapat digunakan untuk web lain yang menayangkan video.

Aku pernah mencoba beberapa, termasuk juga yang kait dengan idm (hmm..berhubung barusan kutinggalkan windows berubah ke ubuntu, dan ubuntu-ku belum kupasangi idm jadi sekarang gak bisa pake yang itu).
oke, aku mulai saja langkah-langkah mengunduh video dengan menggunakan Video Download Helper.
Dari cara mendapatkan addons tsb. Untuk mendapatkannya silakan klik kanan link ini: Video Download Helper  pilih open in new tab (maksudnya biar bisa buka sambil liat blog ini hehe...)
Di sana akan disuguhi tampilan seperti ini:
klik pada "add to Firefox" seperti yang ditandai di atas. maka akan diantarkan ke tampilan berikutnya:
bagian yang kutandai merah akan nampak jelas setelah beberapa detik (biasanya 5 dtk), jika sudah klik tombol itu (instal)
instalasi akan beralngsung tidak lama, dan biasanya meminta restart untuk melihat bahwa pengaya kita sudah masuk dalam mozilla-firefox


Jangan khawatir, setelah direstart biasanya semua halaman yang sedang dibuka akan balik lagi ditambah dengan tab tentang pengaya Video Download Helper.

Tapi kalau tidak yakin bahwa Mozilla-Firefox takpernah ingkar janji, teruskan saja dulu baca langkah berikutnya
Setelah dire-start, cobalah buka youtube dan cari video yang diinginkan,
jika pengaya kita sudah tertempel, maka akan ada dua lambang Video Download Helper berupa 3 lingkaran merah-biru-kuning yaitu persis di atas video yang ditayangkan youtube dan di sebelah address bar. Lihat gambar di bawah ini:

keduanya bisa diklik langsung untuk mendownload. tetapi sedikit berbeda.
Jika kita klik tiga bola yang ada di atas video (bukan pada segitiga kecil di sebelahnya) maka secara otomatis kita sudah mendownload video itu. tandanya adalah muncul box di kanan atas (hitam) hanya sekilas, dan box download dari firefox. Lihat gambar

Tapi kalau kita klik segitiga kecil di dekat 3bola lambang Video Download Helper di kiri address bar, maka kita akan mendapatkan pilihan kualitas video mana dan jika mungkin format apa yang akan kita download. Lihat gambar

(maaf, print screen-ku gak aktif saat klik itu, jadi gak bisa tampilkan pilihannya). Biasanya formatnya adalah MP4 dan flv dengan berbagai ukuran. Klik salah satunya dan akan muncul dialog download. silakan lansung save.
Kelebihan Video Download Helper ini, kita bisa download video tidak hanya dari youtube. Setiap ada video yang dapat unduh di sebuah web, bola akan berwarna dan berputar. Klik saja segitiga kecil di sebelahnya, maka kita sudah mendapatkan videonya. Jika bola-bola itu tidak berwarna dan diam berarti inactive, tak ada video yang dapat didownload.
Jika koneksinya kwwweeencengg, sambil download kita bisa buka video di youtube atau dimanapun dan klik ikon  Video Download Helper ini. Antrian video biasanya hanya 2 untuk di download yang lain akan masuk daftar tunggu.
Jika kita ingin mengerjakan sesuatu yang lain sambil download video, antrikan saja videonya dengan cara - buka video, klik ikon Video Download Helper - buka video, klik ikon Video Download Helper-dst. Dengan koneksi yang kenceng aku pernah mengantrikan 80 video dan kutinggal mengerjakan ketikanku
Selamat mencoba
Ada yang punya pengalaman berbeda? Share yok..

Senin, 07 November 2011

Nyoba Wine karena Frustrasi

Setelah ragu-ragu, haram - gak - haram - gak... akhirnya kucoba wine. Karena frustrasi? Bener!
Begini ceritanya,
Sudah tiga kali dalam sebulan windows-ku harus dire-instal (ya, yang kumaksud memang windows yang software bajakan itu..bahkan yang terakhir kupake yang black platinum edition yang katanya gak perlu registrasi..) hasilnya tetap saja mati lagi komputerku. Bahkan lebih erornya, pada saat yang sama laptopku juga ikut-ikutan... Gila... (Padahal katanya kan sudah pake windows ori--- huh!). Mungkin karena virus dari sumber yang sama - paling tidak itu yang dikatakan mas service komputer. Bikin frustrasi. Ditambah pula berat badanku gak mau turun-turun..(lha emang ini berhubungan? Tauk ah, namanya juga orang frustrasi, tiba-tiba semuanya jadi masalah... :D )
Daaann..ini yang memuncaki frustrasi. Hardisk komputerku harus ganti dan yang lama gak bisa dibuka! Laptopku malah belum pulih juga karena booting-nya gak pernah berhasil masuk ke windowsnya!
Whaduh! bagaimana bisa me-revisi proposal tugas akhir, bagaimana mengunggah lagi data buat laporan hibah, belum juga naskah bukuku ada di hardisk rusak itu..
Ganti hardisk membuatku memutuskan untuk tak kembali ke sistem windows.  Pindah ke u-buntu!
Awalnya sih ragu-ragu karena, pertama: nyari disk programnya di magelang susah - (ref. Mas servis komputer), ngunduh jelas gak mungkin. file gede! kedua: mikir tentang file-ku yang ada di flash, e-book-ku yang tidak hanya pdf, tapi iuga lit, e-pub, djvu, bisa gak dibuka? belum lagi file serif pageplus dan cdr, atau juga font kesayanganku belum tentu bisa kutemukan di open office word, kan?
Akhirnya nekat setelah kupastikan pada mas speedy bahwa modemnya masih tetp konek klo kuganti OSnya jadi underlinux plus sudah kubawa programnya dari bandung.
"kami gak bisa nanggung klo ada apa-apa, termasuk nginstal nambah program lho", begitu kata mas servis komputer saat kuangkat CPU-ku dari meja servisnya.
"OK.." kupikir aku punya banyak program portable yang bisa di ran tanpa instal
Saat kucoba kujalankan programnya di rumah.. jreng.. modem langsung konek tanpa re-set, u-buntu langsung OK, dan langsung pusing juga karena harus menyesuaikan diri dari windows xp ke u-buntu. Belum lagi program portable-ku gak bisa dibuka sama sekali. Pikiran sederhanaku cuma bisa bilang "tentu saja ini yang menyebabkan dia kebal virus, program exe gak bisa sembarangan ter-autoran"
Betul, kan! e-book yang pdf mudah dibuka tapi yang lit, djvu, e-pub...sementara biarlah hilang dari kompi-ku. Ada lagi.. gak bisa mempage maker dengan serif, dan gak bisa ngutak-atik gambar.
tapi aku tidak akan menyerah..apalagi mbah google ternyata setia membuka pintu untuk kukunjungi. dia membukakan cara untuk menambah program-program di ubuntu.
Membuatku terpana, ternyata semudah ini menambah program-program baru di ubuntu. semua jenis e-bookku bisa dibuka juga program mempagemaker-nya karena ternyata ubuntu memang sudah memberikan settingannya tinggal instal,bahkan juga utak-atik gambar dan nambah font gaya ms word.
Cuma sayangnya yang sekelas coreldraw belum juga kutemukan. Hanya bisa GIMP yang ternyata fasilitas editingnya gak seperti yang kubayangkan. Bikin capek! Sementara Inkscape-nya gak bisa dibuka gerbangnya.
... Cuapek deh!
lagi-lagi kutanya simbah. semua link menawarkan wine untuk terowongan menuju corel.
lama kutimbang. jangan-jangan wine ini barang haram di ubuntu, maksudku klo dia jadi terowongan masuknya program berbasis windows berarti bisa jadi masuknya virus juga kan - hanya pikiran orang yang ketakutan, bimbang karena gak bisa ngedit gambar.
kulihat kitab application>ubuntu software center... ternyata memang di sana tersedia wine. dua versi malah... Akhirnya kucoba menginstal wine..demi gambar-gambar yang biasa kukutak-katik untuk menghias halaman tulisanku.
teng..teng..teng.. selesai instal wine. Ini baru terowongannya. belum ke program sesungguhnya. Bener-bener! Pikiranku cuma satu. klo ada program halal yang dah terpacking dalam ubuntuku aku lebih baik menggunakan itu daripada terulang melayangnya harddisku.
kubuka lagi kitab itu dan... kali ini Inkscape-nya berhasil konek..
Alhamdulillah.. Sekarang, jadi bisa make program di dalam package ubuntu semua...tinggal mempelajarinya lagi untuk membiasakan diri.
Proposal?
Bagaimana kalau nanti dulu saja ya..

Kamis, 03 November 2011

Perang Khas Edin

Jika sempat bertemu dengan edin, ajaklah dia berperang. Tapi ini perang bukan sembarang perang. Perang Kata Lucu...
Entah bagaimana dia mendapat istilah itu dan aku juga lupa kapan dia memulainya. Hanya yang kuingat itu sekitar sebelum dia masuk TK Pertiwi,   (berarti sudah hampir dua taunan ini)... awalnya kami memainkannya sebelum dia tidur siang untuk mengganti dongeng.

Apa itu perang kata lucu? sebenarnya mirip berbalas pantun, tapi gaya edin buangeetth. disebut pantun juga bukan pantun - kalau kupikir, mungkin dia terpengaruh gaya teman upin dan ipin yang suka berpantun itu - jarjit. Tapi, sungguh..yang dilakukan edin bukan berpantun. Ini dia ajaibnya:
  • selalu dimulai dengan kata "dua"... dan ditambah kata "sedang" meskipun tidak selalu
misalnya: "dua kepik stroberi sedang berjalan" .. (kepik strawberry adalah binatang favoritnya untuk perang kata lucu!)
  • dilanjutkan dengan kata "tapi...." paling sering diikuti kata "tiba-tiba" tapi tidak selalu. yang jelas kemudian dirangkai dengan kalimat seperti sampiran dalam pantun
misalnya: "tapi tiba-tiba diguyur cat hijau dan hitam, terus dia jadi kepik semangka"
  • dan diakhiri dengan tertawa lucu gaya edin....
  • dilanjutkan dengan lawannya melontarkan kata lucunya - yang tidak harus bersambung, tapi adalah kejadian ajaib yang lucu, kalau tidak lucu ya...anggap saja lucu dan harus tetap tertawa... Wkkkkkkkk

Jadi inilah kata lucu yang dia lontarkan:
inilah binatang favorit edin yang disebutnya kepik strawberry
"dua kepik stroberi sedang berjalan,
tapi tiba-tiba diguyur cat hijau dan hitam, terus dia jadi kepik semangka"
dijawab:
"dua peri gigi salah nyabut gigi,
tapi yang dicabut adalah bayam di halaman"..

kalau kata-kataku menurut dia lucu, biasanya dia akan membahasnya dengan heboh sambil tertawa, sebelum dia siap dengan kata lucunya. ditandai dengan kalimat " sekarang edin" dan dia memulai lagi kata lucunya dan seterusnya dan seterusnya... 
Inilah perang kata lucu khas edin.. Yuk tertawa..menikmati indahnya dunia kanak-kanak..

Senin, 10 Oktober 2011

Mengolah Gas Rumah Kaca


Mau?
Perubahan iklim, efek rumah kaca, dan pemanasan global adalah istilah - istilah yang melekat erat dengan makin melimpahnya buangan gas karbon dioksida di atmosfer kita. Berkait dengan hal itu, banyak ilmuwan yang mencoba untuk mengolah CO2 ini ke tingkat yang dikatakan aman untuk bumi dan manusianya.
Beberapa ilmuwan mencoba untuk memodelkan apa yang dilakukan oleh bumi kita berkait dengan CO2 ini. Bumi kita ternyata telah lama pandai menyimpan karbon dioksida dengan cara mengubur dan menjebaknya dalam bentuk gas terlarut dalam air bawah tanahnya. Penelitian di sembilan wilayah dengan kedalaman lebih dari 700 meter menemukan bahwa tidak ada kebocoran dalam simpanan karbon dioksida oleh bumi, bahkan di beberapa wilayah, CO2 telah tersimpan selama 40juta tahun. Menyadari bahwa cara simpan ini aman, para kimiawan mencoba untuk mengembangkan hal yang sama. Meskipun demikian masih disadari bahwa saat CO2 terkonversi menjadi bentuk yang terlarut, bentuk ionic atau bahkan bentuk senyawaan mineralnya, keamanan penyimpanan memang meningkat akan tetapi masih ada kemungkinan CO2 justru terlepas pada tahap awal penyimpanan. Jadi masih perlu banyak penelitian untuk itu, ya?
Sementara  menyimpan dianggap sebagai cara yang mudah dan ekonomis untuk mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer, beberapa ilmuwan mencoba jalan lain, yang dianggap sulit, yaitu memecah molekul karbon dioksida untuk kemudian diubah menjadi senyawa lain yang berguna.
Prototype reactor matahari - Sandia Nat Lab
 
Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh peneliti pada Sandia National Laboratories, New Mexico. Mereka mengembangkan prototype reactor matahari yang didesain dengan menggunakan cermin raksasa untuk mengumpulkan sinar matahari menjadi berkas yang sangat kuat yang disalurkan ke dalam cincin oksida logam di dalam setiao reactor. Cincin ini terbuat dari keramik ferrite (Fe3O4) terdoping kobal. Dengan sinar matahari yang terkumpul yang diarahkan pada cincin ini, cincin ini akan terpanasi hingga lebih dari 1400oC dan melepaskan gas oksigen. Material tereduksinya (FeO) diputar pada kamar yang berisi karbon dioksida dan akan mengambil oksigen dari molekul CO2. Hal yang sama juga terjadi saat cincin tereduksi ini dimasukkan dalam ruangan berisi air. d reaksi termokimia ini akan menghasilkan gas karbon monoksida dan hydrogen (selanjutnya campuran ini disebut “syngas”), bahan dasar untuk membuat bahan bakar hidrokarbon. Setelah itu, cincin akan diputar lagi ke tempat paparan sinar matahari. Jadi proses ini akan merupakan proses yang kontinu. 
Biakan bakteri dalam cawan petri
Berdasarkan prototype yang sedang dikembangkan ini, akan diperlukan sekitar 121.400 hektar cermin untuk mengumpulkan sinar matahari yang cukup untuk memproduksi setara dengan 1 Juta barrel minyak per hari. Saat ini konsumsi bensin dan bahan bakar cair lainnya dunia per hari adalah 86 juta. 
Beda lagi dengan beberapa ilmuwan yang bekerja dengan bakteri. Mereka memodifikasi gen bakteri yang dapat memakan karbon dioksida dan menghasilkan senyawa kimia yang lebih dapat digunakan. Salah satunya adalah James Liao dan para peneliti dari University of California, Los Angeles, US, yang memodifikasi gen bakteri agar dapat menghasilkan isobutiraldehida – senyawa perkursor untuk beberapa bahan kimia berguna, termasuk isobutanol yang punya potensi tinggi sebagai bahan bakar alternative.
Bakteri penghasil bahan bakar
Tim James Liao menggunakan Cyanobacteria dan microalgae yang mengkonsumsi CO2. Kedua mikroorganisme ini memang telah lama diidentifikasi mengkonsumsi karbon dioksida tapi taksatupun yang menghasilkan molekul cair yang dapat dengan mudah digunakan sebagai bahan bakar. Tim memodifikasi gen dari sianobakter Synechococcus elongates  (pics: http://newsroom.ucla.edu/portal/ucla/srp-view.aspx?id=88134  dan http://researchmatters.asu.edu/stories/shedding-light-photosynthesis-922) dengan menempelkan empat gen dari bakteri berbeda ke dalam strukturnya. 
Gen Synechococcus elongates
Gen tersebut, yang berasal dari L. lactisB. subtilis dan E. coli, akan mengambil alih metabolism mikroba dan mengubahnya menjadi proses pembentukan isobutiraldehida. Sintesis ini dimulai dengan konversi secara fotosintetik dari CO2 menjadi asam piruvat oleh bakteri. Selanjutnya proses tiga langkah menjadi isobutiraldehid terjadi akibat penambahan gen tadi. Agar bakteri tetap dapat memproduksi isobutialdehid ini, hasil akhir harus diekstraksi dengan cara diuapkan.
Tapi paling tidak alternative cara ini lebih baik daripada berkompetisi dengan penggunaan bahan pangan untuk pembuatan bahan bakar. Beberapa penggunaan lain mikroba untuk tujuan yang sama dapat diaduk-aduk di rumah Mbah kung Gugel.
Pengolahan lain gas rumahkaca si karbon yang bergandengan dengan oksigen dua ini adalah dengan mengubahnya menjadi senyawa dasar untuk pembentukan senyawa lain yang lebih berguna. Thibault Cantat dan timnya dari French Alternative Energies and Atomic Energy Commission (CEA) telah mengembangkan proses fungsionalisasi CO2 menjadi formamida. Mereka menseleksi amina untuk memfungsionalisasi karbon dengan ikatan C-N dan silan untuk reduksinya. Katalis yang digunakan adalah basa organic 1,5,7-triazabisiklo[4.4.0]dek-5-ena (TBD). 
Mekanismenya belum jelas akan tetapi dikatakan setara dengan reaksi yang terjadi antara COdengan amina untuk menghasilkan karbamat. Proses ini terstabilkan oleh katalis TBD dan hasil dari reaksi ini adalah formamida, senyawa berguna yang biasanya diproduksi dari industry petrokimia. Penelitian ini masih terus dikembangkan, namun paling tidak kita melihat dua hal, yaitu pengurangan gas rumah kaca CO2 dan penggunaan minyak bumi untuk produksi bahan seperi formamida


(disarikan dari beberapa artikel di chemistry world, national geographic  dan ecofriend )

Jumat, 07 Oktober 2011

Membersihkan Logam Polutan dalam Air dengan Cangkang Telur



Disarikan dari: Rebecca Brodie (2011).  Using eggshells to remove toxic water pollutants. [online] diakses melalui http://www.rsc.org/chemistryworld/News/2011/October/06101101.asp 


Ilmuwan China telah mengembangkan material (bahan) absorben yang terbuat dari membran limbah kulit telur yang dapat mengambil Cr(VI) dari air terkontaminasi. Cr(III) memang diperlukan untuk metablisme, tetapi Cr(VI) sangat toksik dan karsinogenik untuk organisme hidup.
Yuming Huang dan Bin Liu dari Southwest University, Chongqing, telah mendesain biosorben dengan menggunakan cangkang telur. Tau sendiri, kan? cangkang telur selalu dibuang setelah isinya diambil, jadi bahan ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Para peneliti ini memodifikasi membran cankang telur ini dengan polyethyleneimine (PEI) yang mampu meng-kelat logam. Jadi saat air terkontaminasi logam ini melewati membran, Cr(IV) akan diikat oleh membran. Uniknya, selain mengambil Cr(VI) dari air, membran yang mereka kembangkan juga dapat mereduksi sebagian menjadi Cr(III) .

Berminat mengembangkan juga?

kalau ada yang punya akses jurnal silakan cari sumber aslinya:
Polyethyleneimine modified eggshell membrane as a novel biosorbent for adsorption and detoxification of Cr(VI) from water
Bin Liu and Yuming Huang, J. Mater. Chem., 2011
DOI: 10.1039/c1jm12329g


Rabu, 05 Oktober 2011

Benarkah Kinerja Guru 'Hasil' PLPG Lebih Baik Daripada 'Hasil' Portofolio?

Tulisan ini sudah sangaaat lama tersimpan dalam draft. Satu semester lebih. Mungkin sudah menjadi basi saat ini, karena masalahnya sudah menggelinding terlalu lama. Tetapi lebih baik terlambat daripada tidak posting sama sekali ya, kan?

Kawan-kawan guru (khususnya yang kimia) pasti sudah mendengar bahwa: Secara nasional guru yang disertifikasi mencapai 300.000 orang, tapi hanya 1 % yang diberi kesempatan menyusun portofolio atau jalur langsung. (lihat artikelnya di sini: klik) alias lebih banyak diarahkan ke PLPG. Alasannya adalah, masih dari sumber yang sama, :  "mengingat hasil evaluasi Balitbang Diknas bahwa kualitas guru yang lulus PLPG lebih baik dari yang lulus melalui jalur portofolio"  Nah, sudah jelas bukan?
Kelihatannya memang jelas, tapi bagiku malah menjadi paradoks yang sangat mengaburkan makna awalnya.

  1. Ada hal yang menggemaskan, yaitu hasil evaluasi Balitbang Diknas yang menjadi dasar pernyataan ini. Mengapa kukatakan menggemaskan, karena memang sampai saat ini aku belum pernah mendapatkan sumber yang benar-benar terpercaya yang menunjukkan langsung dokumen itu. apalagi menemukan bentuk laporannya, ya walaupun tidak komplit paling tidak ada datanya. Adakah yang memiliki naskah aslinya? apakah memang tidak dipublikasikan?  Mengapa ini perlu? sebagai dasar dari sebuah policy, semestinya harus benar-benar handal. oleh karenanya, saya ingin tahu berapa jumlah guru yang sudah dievaluasi, kapan dievaluasi, dimana, mencakup berapa wilayah, se-Indonesia-kah?, apa teknik sampling yang digunakan, bagaimana mereka diobservasi hingga menghasilkan kesimpulan ini, bagaimana validasi instrumen yang digunakan, dll.. Pada sisi lain, mari kita tengok di sekitar kita, berapa jumlah teman kita yang dievaluasi, bagaimana karakteristik dia menurut kita, bagaimana dengan kita sendiri?
  2. Hal yang kedua adalah tentang portofolio itu sendiri. tentu teman-teman masih ingat saat pertama kali mas 'penilaian portofolio' mengetuk pintu kita dan kita sibuk dibuatnya, mereka-reka apa dan bagaimana si mas yang ajaib ini dan apa sebenarnya yang dimauinya. Bahkan sempat harus penataran dan kemudian membagi-bagikan hasil penataran yang mungkin tidak terlalu jelas kepada teman-teman yang lain tentang maksud kedatangan si akang penilaian portofolio. Bahkan kalau kita search, negara mana sih yang tidak mengenal portfolio?- gak perlu jurnal ilmiah yang mungkin bikin pusing, liat saja beberapa novel, kita mungkin akan menemukan kata portfolio. Artinya, portfolio inikan sudah mendarah daging dan dipercaya sebagai salah satu cara menilai - mengevaluasi - atau apapun namanya... Lha kok di negara ini ternyata TIDAK !?! Salahkan kesimpulan ini? Tidak bukan? Karena buktinya guru lebih diarahkan ke PLPG bukannya mencari 'ada apa dengan portofolio versi Indonesia?' Implikasinya adalah - lha kalau penilaian portofolio bapak dan ibu guru saja tidak dipercaya bagaimana dengan portfolio muridnya? (Hei..mungkin sebagian kita senang karena berarti penilaian portfolio yang merepotkan itu tidak perlu dilaksanakan. tapi sebaiknya kita juga waspada arti lain dari hal itu adalah pembelajaran para guru juga dipertanyakan kualitasnya. Dan ini berarti juga yang telah tersertifikasi, bukan?) Jadi? ....hahah itulah yang saya katakan blunder!!!!
  3. yang ketiga tentu saja kapan kualitas guru sertifikasi hasil PLPG dan portfolio itu dinilai, indikator apa saja yang dinilai.. (beberapa sumber menuliskan salah satu yang dinilai adalah interaksinya dengan laptop ---what? validkah dan se-urgen itukah?). Lalu-jangan-jangan itu karena momentum (sesaat) saja.. Bagaimana setelah selang beberapa bulan..tahun...?
Bukan berarti tulisan ini membandingkan guru hasil PLPG dan portfolio, sekali lagi bukan! (Saya bahkan berfikir kenapa guru tidak ikut diremunerasi langsung saja seperti beberapa profesi yang lain, kenapa mereka harus rrrrrrrrrrrrreepppppppppppoooooooooootttt bbbbuanget! dan tunjangannya justru sssssssssuuuuussssssssyyyyyyyyyyyyhaah bangett keluarnya) 
Tulisan ini sebagai bentuk ketidakinginan selalu terjadi kebijakan yang bukan didasarkan pada fakta yang sebenarnya tapi pada fakta yang seharusnya.

Sekali lagi ini hanya pandangan saya dari satu sisi yang mungkin melihatnya terlalu gelap, makanya sangat butuh komentar teman - teman untuk membuka wawasan agar lebih cerah.
Komen ya...pliiiiiiisssss... 
mumpung belum lupa, teman-teman yang masih semangat menerapkan penilaian portfolio silakan buka alamat ini: http://electronicportfolios.com./ isinya gak tau apa (hehehe...) saya hanya mendapat tulisan yang merekomendasikan untuk membuka link itu, tapi belum sempat buka   

Senin, 03 Oktober 2011

Peraturan Berkait dengan Guru: 4.Permen Diknas 41/2007 Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Permen ini komplet menjabarkan dari silabus, RPP, pelaksanaan hingga penilaian pembelajaran. Permen ini juga yang mendorong teman-teman untuk membuat RPP dengan memasukan EEK, eksplorasi, elaborasi, konfirmasi. Ada hubungannya dengan inkuiri yang wajib di mapel kimia gak ya?

OK, bagi yang perlu silakan baca di sini,

Hal yang membuatku tertarik adalah bagian-bagian ini:

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

1)    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

2)    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

3)    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

4)    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

5)    memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

1)    membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

2)    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lainlain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

3)    memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

4)    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

5)    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

6)    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

7)    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

8)    memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

9)    memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

1)    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

2)    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

3)    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

4)    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengar menggunakan bahasa yang baku dan benar;

b) membantu menyelesaikan masalah;

c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;

d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.