Tampilkan postingan dengan label refresh my mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refresh my mind. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Download Jurnal Gratis lewat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

ini adalah kabar menyenangkan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia alias PNRI terutama bagi yang sering memerlukan jurnal tapi susah downloadnya karena harus bayar, sementara nitip ke teman yang lagi ada di LN juga sering gak dibales karena sibuk. PNRItelah melanggan jurnal-jurnal dari beberapa publisher jurnal ternama. kita tinggal registrasi saja dan setelah terkonfirmasi kita dapat mengunduh berbagai jurnal yang disediakan

caranya?
registrasi dulu di:  http://keanggotaan.pnri.go.id

 karena kita belum ndaftar, klik saja tombol daftar di atas
selanjutnya kita akan mendapati laman ini.
 klik saja tombol biru 'lanjutkan pendaftaran' di kanan atas
kita akan diberi form pendaftaran anggota seperti berikut. untuk mengisinya kita perlu SIM/KTP/KK/Kartu Siswa atau KarMas.. siapkan salah satu saja

 Isi semua, tapi kalau males cukup isi pertanyaan yang bertanda *. Isi dengan sebenarnya ya..
scroll ke bawah, jangan lupa klik kotak "saya menyatakan data ...dst.. seperti di bawah ini



 kalau sudah kita akan mendapatkan nomor anggota pnri.
Jangan lupa, CATAT baik-baik nomor tersebut karena akan digunakan selanjutnya.

sudah bisa mulai akses?

Belum.
itu baru anggota perpustakaannya, untuk mengakses jurnalnya, kita masih perlu registrasi di http://e-resources.pnri.go.id 
klik link-nya dan kita akan mendapati laman ini



pada alinea ke tiga penjelasan di laman tersebut ada link 'KLIK DISINI' klik saja untuk registrasi dan kita akan diantar ke form berikut. (di form ini kita perlu menuliskan no anggota yang baru saja kita peroleh dari registrasi sebelumnya.
Isi semua ya.. cuma 10 nomor kok.


username dan password mungkin akan digunakan sebagai username dan password kita untuk masuk ke e-resource jika sudah dikonfirmasi nanti, oleh karena itu catat baik-baik

setelah kita klik registrasi yang kita perlukan adalah menunggu. admin pnri akan memberikan konfirmasi aktifasi akun kita melalui email yang kita isikan di form di atas.
aku perlu satu hari nunggu karena ngisi form malam dan besoknya tanggal merah...
selanjutnya jika sudah diaktifasi, masuklah lagi ke http://e-resources.pnri.go.id
 kali ini, langsung saja login


jika sudah kita bisa mulai klik link jurnal di bilah kiri (daftar berupa tulisan) atau bilah bawah (daftar berupa ikon, seperti ini:




setiap alamat mengelola sendiri mesin pencarinya, silakan lihat dan pelajari,
setelah itu silakan download jurnalnya.
mungkin kita akan menemukan tidak terlalu banyak jurnal yang dapat diakses, tetapi mungkin masih cukup untuk kita. mungkin dengan semakin sering kita buka dan memberi masukan pada pnri, koleksinya akan ditambah lagi, semoga..

Jangan lupa ya, jurnal ini didanai oleh rakyat Indonesia, jadi gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.. kalau belum bisa, paling tidak gunakan untuk keperluan yang baik dan jangan di salah gunakan.

Semoga bermanfaat


Jumat, 26 April 2013

Sore-sore Edin Menemukan Atom



Melepaskan semua beban pekerjaan dan pikiran, hanya berdua dengan, Edin (7 tahun), sambil tidur-tiduran menjelang sore setelah siang yang panas adalah hal yang sangat menyenangkan. Santai tanpa beban. Biasanya jam setengah tiga seperti ini dia tidur. Tapi karena dia baru saja pulang setelah mencapat tugas dari mamanya menemani Embahnya di siang itu, dia hanya minta dibolehkan beristirahat, tidak tidur karena waktu yang nanggung untuk tidur siang. Tapi ritual sebelum tidur siangnya tetap, dibacakan buku cerita. Melanjutkan buku “bagaimana bicara dalam bahasa naga”. Ini adalah buku ketiga dari serial cerita tentang anak-anak viking yang ditulis oleh cressida cowell dan buku keempat dari buku tentang viking yang kami baca bergantian.
Setelah kubacakan dua bab, kamipun bercanda. Ada saja yang membuat dia tertawa. Tertawalah yang menghilangkan sejenak bebanku. Kami menertawakan semuanya, kata-kata kotor dan konyol dari buku yang sedang dibaca, tebak-tebakkan konyol, hayalan-hayalan kami yang aneh, kata-kata yang terdengar aneh, atau sekedar cerita tentang teman-temannya di sekolah. Bahkan hal yang mungkin bagi orang lain tak lucu bisa tetap membuat kami tertawa.
“Huruf apa yang paling besar?”
“huruf kapital”
“huruf E”
“kenapa e”
“ya.. tapi bukan sembarang E, hanya E yang subur…”
“wahahahaa…korban acara gosip!”
Itu adalah salah satu tebakan yang membuat kami tertawa. Bagi orang lain mungkin terdengar garing, geje, mana lucunya… tapi bagi kami tetaplah lucu. Bahkan bagiku sangat lucu apalagi melihat tingkahnya saat bertanya dan tertawa.
“Yah, abu apa yang bisa menyala?”
“abu batubara..”
“bukan, Abu Bakar..”
“hush..itukan nama orang….” Kataku tetap tertawa melihat kelucuannya, idenya..
“eh, yah.. kali kalau ada kurcaci keciiiiiil gitu, mereka menganggap abu itu jadi kaya arang” kata Edin setelah selesai tertawa
“kok bisa?”
“kan kalau arang itukan dari kayu yang dibakar, jadi kecil-kecil, trus kalau arang itu dibakar kan jadi abu kecil-kecil.. kan bagi kurcaci yang sangat kecil itu jadi kaya nemu arang..”
Kubiarkan saja dia berceloteh, ini kebiasaan dia memainkan proyeksi besar kecil. Takmasalah bagiku untuk menjelaskan apa kurcaci itu ada atau tidak. Bukankah sangat menyenangkan punya hayalan.
“terus kalau ada abu yang habis dibakar kurcaci kecil itu akan jadi arang buat kurcaci yang sangat kecil dari kurcaci kecil itu….” Edin melanjutkan
Nah, kan… dia mulai membuat khayalan, sebuah ekstrapolasi proyeksi besar kecil. Itu yang dia  maksud adalah, kalau kita punya kurcaci, maka kurcaci pun punya kurcaci ‘aksen’.. kalau kurcaci itu bagi kita kecil, maka kurcaci itu akan memandang kurcaci ‘aksen’ itu kecilnya sama dengan kita memandang kurcaci, alias kurcaci ‘aksen’ ini menjadi kecil kuadrat bagi kita..  Itu yang kusuka dari cara dia berfikir tentang besar kecil. Dia pernah mencoba menjelaskan ini padaku untuk menjelaskan hayalannya tentang semut, raksasa, galaksi, dan kita.
“kalau kurcacinya kurcaci kecil ini punya kurcaci, abu bekas pembakaran kurcacinya kurcaci kecil jadi arang bagi dia kan….”
Hey..ada sesuatu yang akan kubiarkan.. lihat, dia terus melanjutkan proyeksinya..
“terus..teruss…teruuuuuusss.. gitu sampai kita gak liat lagi abunya tapi sebenernya abunya tetap ada..”
Nah, itu dia! ketemu yang kutunggu dari tadi! Eurekaaa! Harusnya aku teriak sambil loncat. Tapi gak pake telanjang kaya Archimides.
“kok, Edin mikirnya abunya masih ada?”, aku ingin tau lebih dalam apa yang dia pikirkan
“iya kan abunya dibakar, jadi abu yang lebih kecil, terus abu kecilnya dibakar lagi, terus-teruuuusss.. gitu.. sampai hanya kurcacinya kumannya kurcaci yang bisa melihat..tapi kan masih ada abunya lagi..” dia menjelaskan. “Cuma kita gak bisa melihatnya, karena keciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiil banget”, tambahnya.
Tuh, benerkan. Begitu rupanya Aristotels berfikir dulu tentang atom. Bukankah sekarang Edin sedang berfikir yang sama?
“Edin tau gak setiap benda juga seperti itu?”
“bisa dibakar?” tanyanya polos
“bukan, maksud ayah. Kalau di potong terus sampai ke yang paling kecil, sampai hanya kurcacinya kumannya kurcaci yang bisa melihat..” aku mengikuti bahasa hayalannya.
“iya…?”
“yang paling kecil itu dinamakan atom”, kataku
“bom atom….!” Dia langsung mengasosiasi
“bom atom itu gak kelihatan po, Yah?”
“kalau gak kelihatan siapa yang mbawa dong?” kataku menantang pikirannya
“terus…kenapa namanya bom atom?”
“ya karena atom-atom yang akan diledakkan dimasukkan dalam suatu wadah. Saat atomnya bertumbukan..duuaaaarrrr..bomnya akan meledak”
“kan atomnya gak kelihatan, kenapa orangnya bisa memasukkan dalam wadah?”
Wah, perlu belok sebentar nih.. cari akal dulu biar dia bisa jelas.
“itu kaya angin, kita gak bisa lihat angin kan? Kita Cuma bisa lihat daun yang bergerak, atau kalau tangan kita ditiup akan terasa. Angin gak bisa dilihat tapi kita tahu angin ada”
“iya.. gak terlihat tapi kerasa…gregel-gregel di kulit Edin”
“itu maksudnya, orang mengetahui gejala… “ halah…kata apa yang tepat untuk menjelaskannya..
“orang mengetahui ciri-ciri atom yang akan dibuat bom atom itu” aku mengulanginya, kata ‘ciri-ciri’ lebih dia kenal daripada ‘gejala’. “terus membungkus dalam wadah jadilah bom atom”. Sengaja kubuat sederhana. Agar tidak terlalu berat dipikirannya.
“dibungkus kacang atom” sahutnya cepat.
Whe..lah kok beda lagi? Tapi itulah anak-anak. Cepat sekali imajinasinya berkembang. Seperti aliran air meresap dalam kertas tisu kering..
 “kenapa kok namanya kacang atom, Yah. Apa karena pedas ‘trus meledak gitu?”
“mungkin karena bulat dan dianggap seperti atom”
“apa atom itu bulat?” tanya Edin. Beuh, aku lupa. Sampaikan konsep dengan sederhana tapi jangan menyederhanakan konsep
“gak juga, kan belum ada orang yang benar-benar melihat atom” aku harus memikirkan jawaban yang lain
“tapi mungkin juga kacang atom itu bulat-bulat halus seperti plastik, orang jaman dulu memberi nama plastik yang keras dan halus dengan nama atom” jawabku mencoba mencari alternatif lain
“kenapa sih kita gak bisa melihat benda yang sangaaat…sangaat keciiiiiiillllll?” rupanya dia masih tertarik dengan hal yang sangaaat kecil
“itu karena mata kita terbatas. Coba kalau kita bisa melihat kurcacinya kumannya kurcaci, kita gak bisa tidur. Mau tidur, eh dibantal ada kurcacinya kumannya kurcaci, kita udah bersih-bersihkan, eh dibaju kita ada, di lantai ada, dimana-mana ada… pusing kita…”
Hahaha…kami tertawa.
“itulah mengapa kita harus bersyukur karena kita diberi batas”
“ada gak sih, alat yang bisa buat melihat benda yang sangaaat…sangaat keciiiiiiillllll?”
“ada, namanya mikroskop. Tapi itupun kelihatannya belum ada mikroskop yang sangat baik yang dapat digunakan untuk melihat atom.”.
“coba kalau kita bisa melihat langsung ya… kita bisa melihat kulit kita berlubang-lubang buat keluarnya keringat.. eh, tembok juga berlubang-lubang kan? Tuh kadang-kadang tembok jadi basah, ada air yang bisa menerobos kan? Tar kalau kita lihat temboknya berlubang dikiranya gak ada temboknya..tau-tau jebruussss kita nabrak tembol….”  Edin terus berceloteh mengikuti hayalannya ditimpali dengan tawa kerasnya….

Senin, 22 Oktober 2012

Ikut Membaca LKS SD, membaca keperihatinan masa depan bangsa



ketika 'budaya' tawuran (benarkah ini disebut budaya?) disangkutpautkan dengan rencana perubahan kurikulum, ada pertanyaan yang muncul-benarkah ini dua hal yang tepat? Maksud saya benarkah ini yang memang menjadi alasan untuk perubahan kurikulum dan apakah tepat solusi yang ditawarkan, yaitu dengan menghapus matapelajaran IPA dan IPS?
Kedua pertanyaan ini juga yang menggantung saat saya membaca sebuah soal Pekerjaan Rumah yang diambil dari buku yang bernama LKS. Pertanyaan itu adalah “Rumus gigi anak adalah....”. Pertanyaan ini semestinya tidak akan aneh jika ada di LKS untuk  siswa kelas 2 SMP, tetapi tidak. Pertanyaan ini muncul di buku LKS kelas 1 SD. Sekali lagi kelas SATU SEKOLAH DASAR! Tidak cukup mengelus dada untuk menghadapi kenyataan ini. Masa depan sebuah bangsa dipertaruhkan di sini. Ini bukan 'lebay' seperti yang dikatakan anak muda sekarang. Ini memang sedang berlangsung sekarang.
Pernahkah dibayangkan oleh pembuat LKS ini (dan guru yang memberi LKS ini) bahwa untuk empat kata dalam pertanyaan di atas, otak anak usia 5 – 7 tahun harus berulang kali mencerna kata-kata asing yang belum dan tidak seharusnya sudah, dikenal otaknya. Apa yang dimaksud 'rumus', mengapa disebut gigi anak, mengapa rumus gigi, apa maksud angka-angka itu, dan banyak lagi yang lainnya. Padahal anak seusia itu seharusnya baru DIKENALKAN – MENGENAL' tubuh mereka dengan menyenangkan bukan MENGHAFAL tubuh mereka dengan kening berkerut.
Pertanyaan di atas barangkali hanya salah satu dari pertanyaan 'sulit' yang ada di buku sekolah anak yang baru mulai mengenal sekolah. Ada ratusan pertanyaan aneh lain yang ada. Dan lebih anehnya, LKS dengan pertanyaan-pertanyaan semakin aneh adalah LKS yang semakin diminati. ANEH!
Tak ada kaidah hirarki pengetahuan yang diberikan oleh LKS ini. Pengetahuan seperti ditumpahkan dari karung carut marut, apa saja yang sempat diwadahi dalam beberapa lembar kertas, itulah yang dicetak dan diberi judul LKS. Bisa dibayangkan keruwetan yang terjadi di otak anak SD menghadapi pelajaran di sekolahnya karena sumber yang tidak hanya ruwet tapi juga dipaksa masukkan ke otaknya. Oleh karena itu seharusnya sebagai orang tua kita dapat menyadari bahwa jika ada keruwetan dari hasil pekerjaan anak kita, bukan anak kitalah yang ruwet akan tetapi mereka sedang menelan sumber keruwetan. Tapi kebanyakan dari kita tidak demikian. Kita lebih suka ikut memaksa mereka untuk menelannya.
Anak-anak akhirnya terpilah menjadi kelompok-kelompok. Kelompok pertama adalah anak-anak yang dengan kapasitas otak lebih atau dipaksa lebih, anak-anak ini akan (atau dipaksa) melahap LKSnya meski dia telah kehilangan hak otaknya untuk bekerja sesuai umur. Mereka akan dengan tepat menjawab pertanyaan-pertanyaan bahkan dengan pertanyaan aneh model di atas meski mereka belum tentu tahu maknanya.
Kelompok kedua adalah anak biasa saja, yaitu anak-anak yang tidak mau atau belum mau mencerna kata-kata asing dan berat serta pertanyaan aneh, tetapi sesekali mampu mencerna saat mereka memaksa (atau dipaksa) untuk mencerna juga. Kelompok ketiga adalah anak yang sama sekali tidak mau mencernanya, orang tua dan guru biasanya sudah menyerah dan menggolongkan mereka anak yang GAGAL.
Pengelompokkan ini memang sengaja tidak diberi label anak pandai dan bodoh (maaf, biasanya dihaluskan menjadi tidak pandai, tapi itu sebenarnya tidak terlalu banyak memabntu). Pikirkan sekali lagi jika kita akan memberi labelnya demikian. Dengan kondisi di atas, bukankah justru bukan anaknya yang layak untuk kita beri label bodoh, akan tetapi kitalah yang bodoh untuk memberikan fasilitas pembelajaran hingga mereka menunjukkan bahwa mereka sebenarnya pandai bahkan sangat pandai.
Hal yang menjadi pertanyaan adalah berapa jumlah anak kelompok pertama dibandingkan dengan kelompok ketiga. Seperti apa fakta yang kita hadapi? Banyak, bahkan teramat banyak anak yang bosan dengan pelajaran yang tidak bisa dicerna. Pengetahuan hanyalah piala dalam kotak kaca tanpa kunci bagi mereka. Mereka akan bosan atau fobia dengan pengetahuan dan matematika atau bahkan seluruh mata pelajaran. Mata pelajaran apapun mejadi tidak menarik bagi mereka. Sekolah bukan untuk mendapatkan pengetahuan tetapi tempat berkumpul dengan teman dengan nama grup yang sama.
Pengelompokkan di atas, baik disadari atau tidak telah dilabelkan pada dahi setiap anak. Anak-anak kelompok pertama adalah anak yang akan masuk dalam kelas-kelas ekslusif dengan berbagai nama indahnya. Lainnya silakan menunggu keberuntungan untuk masuk ke kelas eksklusif atau paling tidak sedikit high class atau tetap berada di pinggir. Anak-anak kelompok dua dan tiga mulai melabeli dirinya sebagai anak yang tidak dapat menerima pelajaran di sekolah.  Tidak mungkin juga anak-anak dari kelompok pertama juga mengalami masa jenuh dan bergabung dengan kelompok kedua dan ketiga. Semua anak ini akan mulai mencari kompensasi, baik positif ataupun negatif. Kompensasi paling negatif adalah mereka memposisikan diri sebagai oposisi kelas eksklusif dan merasa menjadi 'anak nakal'. Bukankah tidak mungkin tawuran adalah salah satu bentuk dari tindakan kompensasi negatif ini?
Sekali lagi, mari kita bertanya siapa sebenarnya yang bodoh? Helalah nafas panjang dan hembuskan kuat-kuat sambil bilang WOW! Karena memang WOW! Masa depan bangsa kita memang sedang ditentukan oleh sumber belajar yang dikerjakan dengan serampangan. Walaupun memang tidak semua LKS seperti itu, tapi berapa jumlahnya?
Ini bukan tidak dikeluhkan oleh orang tua murid kita. Beberapa kasus yang mencuat biasanya berkait dengan SARA dan etika. Masalah konten barangkali tidak pernah menjadi kasus yang merebak di masyarakat. Tapi tengoklah dunia maya, facebook, twitter dan media lain, berisi keluhan  orang tua tentang buku dan pekerjaan rumah anak-anak SD yang terlalu berat untuk usia anak. Biasanya mereka akan berkata “kurikulum sekarang terlalu berat”. Tapi benarkah kurikulumnya yang berat?
Seandainya para orang tua mau membaca kurikulum SD, mereka akan melihat sebenarnya tuntutan kurikulum tidak seberat apa yang dituntutkan oleh pekerjaan rumah yang disodorkan putra-putri mereka. Jadi apa masalahnya?  Ambil contoh satu standar kompetensi untuk pelajaran IPA di kelas 2 SD adalah “ Mengenal bagian-bagian utama hewan dan tumbuhan di sekitar rumah dan sekolah melalui pengamatan ”.  Sederhana bukan? Saking sederhananya sampai tidak tahu dimana batas yang diinginkan oleh kalimat ini. Maka tidak heran jika penulis LKS menuliskan pertanyaan seperti ini, “belalang bernafas dengan....” hey, hallooooo ini anak kelas dua SD yang bahkan mungkin baru tahu nama paru-paru!
Keadaan ini takterkoreksi karena kurikulum digembar-gemborkan untuk dapat disusun pada setiap satuan pendidikan atau dengan kata lain sekolah berhak untuk mengartikan kalimat itu sesuai dengan pemahamannya. Jika 'sang penyusun' kurikulum ini tidak terbiasa dengan kebebasan ini, mereka justru berbalik menjadi sangat terikat pada 'contoh' kurikulum, buku, dan bahkan LKS. Parahnya, jika ternyata tempat mereka bergantung justru tak juga memaknai kalimat sakti dalam standar isi dengan benar sesuai dengan pembuatnya.
Pada kondisi ini sepertinya perlu jika kita memberi satu rekomendasi untuk bsnp yaitu menerbitkan anak standar isi dalam bentuk yang lebih terlihat jelas batasan dari setiap tingkat pendidikan.
Baiklah kita lihat lagi arah pembicaraan kita. Buku teks. Beberapa kali pusat perbukuan mengadakan penilaian pada buku teks. Semestinya dengan penilaian ini dihasilkan buku-buku yang terstandar. Artinya, mestinya takapalah jika buku-buku ini dijadikan acuan dalam menyusun kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Namun, pikiran pesimis saya bertanya, benarkah ini sudah dilakukan sebagaimana yang kita inginkan?. Baiklah buang pikiran pesimis ini. Ada pertanyaan yang lebih penting, bagaimana dengan pengawasan buku yang ada di pasar? Bagaimana kecenderungan pemilihan buku untuk menjadi buku teks yang digunakan di sekolah? Takperlu kita bicarakan segi bisnisnya tetapi hal yang perlu kita pedulikan adalah seperti yang dijelaskan di atas, semakin kompleks dan rumit pengetahuan yang diberikan, akan semakin tinggi nilai preferensinya. Itu dia!
Hal yang lebih perlu kita perhatikan adalah LKS. Media ini seperti majalah semesteran. Pusat perbukuan pun tak menangani masalah ini. Bahkan juga tidak ada tekanan pada pihak manapun untuk tidak menggunakannya. Media ini jauh lebih bebas tumbuh tanpa batasan. Seolah-olah pusat perbukuan salah bidik karena justru media ini lebih banyak digunakan di sekolah daripada buku teks yang telah dengan mahal dinilai di pusat perbukuan.
Benar, LKS memang tidak ada yang mengawasi. Bahkan kita baru ribut jika suatu masalah sudah diangkat di televisi nasional. Tapi takpernah ribut jika anak kita dicekoki oleh pengetahuan yang seharusnya bukan bagian mereka. Malah,  orang tua menyebut anaknya bodoh jika tak mampu menghafalnya.
Salahkah orang tua? Jika kita orang tua murid, pasti tahu jawabannya. Bukan masalah salah atau tidak salah, tetapi masalahnya adalah apa yang bisa kita lakukan pada ketakutan kita,  bahwa anak kita tidak dapat mengerjakan ujian akhir nasional dengan pertanyaan seperti itu!
Satu pemikiran sederhana yang muncul adalah, pangkas saja pelajaran IPA dan IPS pasti masalahnya selesai! Semudah itukah? Sepertinya kita melihat bahwa pengaliasan mata pelajaran sebagai materi kognisi sudah mendarah daging. Apapun pelajarannya, maka akan muncul buku teks dan LKS yang akan membeberkan sejumlah fakta yang dimaknai sebagai bahan hafalan untuk otak anak kita. Takkah kita takut justru pelajaran seperti budi pekerti dan pendidikan karakter menjelma, turun derajatnya menjadi kalimat-kalimat klise yang dihafal.

Senin, 16 Juli 2012

Genjer (Limnocharis flava) Jumbo di kolam ikan

Anakku sangat hobby membeli ikan hias dari pedagang di depan sekolahnya. Karena kadang-kadang ada ikan yang tidak boleh disatukan dalam satu wadah dengan ikan yang lain terpaksa harus ada dua wadah ikan - ikan itu.
Ikan-ikan bandel - Edin sering menamainya seperti itu bukan karena mereka nakal akan tetapi karena mereka tidak rewel, tidak pake syarat macam-macam, dan cukup tahan untuk ditempatkan di wadah tanpa aerasi - ditempatkan di serupa kolam yang biasanya ditanami seroja (Nelumbium speciosum). Sementara ikan koki dan kawan-kawan ditempatkan di akuarium
Awalnya, hanya ingin agar memberikan peneduh buat ikan-ikan di kolam kecil itu dengan tumbuhan air seperti kayu apu (Pistia stratiotes), enceng gondok (Eichhornia crassipes) , dan kiambang (Salvinia sp). 
Tapi saat jalan ke sawah, lihat banyak genjer (Limnocharis flava) (kenapa ya, jaman kecil dulu agak ngeri dengar kata genjer, apa lagi yang diulang..hehe..) timbul ide untuk menanam di kolam kecil itu. Ya..itung-itung buat ganti seroja karena belum punya waktu buat mencarinya.. Aku cari yang paling gemuk di sawah dan aku tanam di dasar kolam, aku tumpuki dengan pasir dan batuan agar tanahnya tidak naik ke atas dan membuat air kolam jadi keruh
Dan..
Setelah beberapa minggu kemudian, Genjer yang kutanam berubah menjadi jumbo - sangat besar dibandingkan dengan yang ada di sawah. Kalau di sawah tangkainya hanya paling panjang  sekitar 30an cm, genjer yang kutanam bahkan bisa mencapai 1 meter...
Beuuhh...orang yang melihat pasti nanya "ini kok mirip genjer ya? tapi kok besar banget..."
genjer di kolam, tumbuh menjadi jumbo
































Jadi mikir untuk membudidayakannya dalam jumlah yang banyak. Siapa tau bisa laku di super market


Lebar daun genjerku di bandingkan telapak tangan



Edin dengan latar belakang genjer jumbo dan daun pandan



Jumat, 25 November 2011

Mendownload Video Youtube (dkk) dengan Video Download Helper

Ditanya tentang mendownload video di youtube membuatku semangat untuk posting dengan gambar lagi. Bukannya mau menggurui tapi sekedar sharing pengetahuan, siapa tahu ada rekan lain yang juga pas nyari apa yang akan aku sajikan berikut ini.
Apa yang akan kutulis adalah mengunduh video youtube dengan menggunakan pengaya Video Download Helper. Untuk teman-teman yang sudah biasa mendownload dan kebetulan mau share cara yang lain, silakan kasih komennya --- ditunggu.
Tapi aku sendiri lebih memilih apa yang sudah difasilitasi oleh mozilla. Sebenarnya mozilla memiliki beberapa addons/pengaya yang dapat digunakan untuk mendownload video dari website- terutama youtube dan beberapa web khusus video, meskipun banyak juga yang dapat digunakan untuk web lain yang menayangkan video.

Aku pernah mencoba beberapa, termasuk juga yang kait dengan idm (hmm..berhubung barusan kutinggalkan windows berubah ke ubuntu, dan ubuntu-ku belum kupasangi idm jadi sekarang gak bisa pake yang itu).
oke, aku mulai saja langkah-langkah mengunduh video dengan menggunakan Video Download Helper.
Dari cara mendapatkan addons tsb. Untuk mendapatkannya silakan klik kanan link ini: Video Download Helper  pilih open in new tab (maksudnya biar bisa buka sambil liat blog ini hehe...)
Di sana akan disuguhi tampilan seperti ini:
klik pada "add to Firefox" seperti yang ditandai di atas. maka akan diantarkan ke tampilan berikutnya:
bagian yang kutandai merah akan nampak jelas setelah beberapa detik (biasanya 5 dtk), jika sudah klik tombol itu (instal)
instalasi akan beralngsung tidak lama, dan biasanya meminta restart untuk melihat bahwa pengaya kita sudah masuk dalam mozilla-firefox


Jangan khawatir, setelah direstart biasanya semua halaman yang sedang dibuka akan balik lagi ditambah dengan tab tentang pengaya Video Download Helper.

Tapi kalau tidak yakin bahwa Mozilla-Firefox takpernah ingkar janji, teruskan saja dulu baca langkah berikutnya
Setelah dire-start, cobalah buka youtube dan cari video yang diinginkan,
jika pengaya kita sudah tertempel, maka akan ada dua lambang Video Download Helper berupa 3 lingkaran merah-biru-kuning yaitu persis di atas video yang ditayangkan youtube dan di sebelah address bar. Lihat gambar di bawah ini:

keduanya bisa diklik langsung untuk mendownload. tetapi sedikit berbeda.
Jika kita klik tiga bola yang ada di atas video (bukan pada segitiga kecil di sebelahnya) maka secara otomatis kita sudah mendownload video itu. tandanya adalah muncul box di kanan atas (hitam) hanya sekilas, dan box download dari firefox. Lihat gambar

Tapi kalau kita klik segitiga kecil di dekat 3bola lambang Video Download Helper di kiri address bar, maka kita akan mendapatkan pilihan kualitas video mana dan jika mungkin format apa yang akan kita download. Lihat gambar

(maaf, print screen-ku gak aktif saat klik itu, jadi gak bisa tampilkan pilihannya). Biasanya formatnya adalah MP4 dan flv dengan berbagai ukuran. Klik salah satunya dan akan muncul dialog download. silakan lansung save.
Kelebihan Video Download Helper ini, kita bisa download video tidak hanya dari youtube. Setiap ada video yang dapat unduh di sebuah web, bola akan berwarna dan berputar. Klik saja segitiga kecil di sebelahnya, maka kita sudah mendapatkan videonya. Jika bola-bola itu tidak berwarna dan diam berarti inactive, tak ada video yang dapat didownload.
Jika koneksinya kwwweeencengg, sambil download kita bisa buka video di youtube atau dimanapun dan klik ikon  Video Download Helper ini. Antrian video biasanya hanya 2 untuk di download yang lain akan masuk daftar tunggu.
Jika kita ingin mengerjakan sesuatu yang lain sambil download video, antrikan saja videonya dengan cara - buka video, klik ikon Video Download Helper - buka video, klik ikon Video Download Helper-dst. Dengan koneksi yang kenceng aku pernah mengantrikan 80 video dan kutinggal mengerjakan ketikanku
Selamat mencoba
Ada yang punya pengalaman berbeda? Share yok..

Senin, 07 November 2011

Nyoba Wine karena Frustrasi

Setelah ragu-ragu, haram - gak - haram - gak... akhirnya kucoba wine. Karena frustrasi? Bener!
Begini ceritanya,
Sudah tiga kali dalam sebulan windows-ku harus dire-instal (ya, yang kumaksud memang windows yang software bajakan itu..bahkan yang terakhir kupake yang black platinum edition yang katanya gak perlu registrasi..) hasilnya tetap saja mati lagi komputerku. Bahkan lebih erornya, pada saat yang sama laptopku juga ikut-ikutan... Gila... (Padahal katanya kan sudah pake windows ori--- huh!). Mungkin karena virus dari sumber yang sama - paling tidak itu yang dikatakan mas service komputer. Bikin frustrasi. Ditambah pula berat badanku gak mau turun-turun..(lha emang ini berhubungan? Tauk ah, namanya juga orang frustrasi, tiba-tiba semuanya jadi masalah... :D )
Daaann..ini yang memuncaki frustrasi. Hardisk komputerku harus ganti dan yang lama gak bisa dibuka! Laptopku malah belum pulih juga karena booting-nya gak pernah berhasil masuk ke windowsnya!
Whaduh! bagaimana bisa me-revisi proposal tugas akhir, bagaimana mengunggah lagi data buat laporan hibah, belum juga naskah bukuku ada di hardisk rusak itu..
Ganti hardisk membuatku memutuskan untuk tak kembali ke sistem windows.  Pindah ke u-buntu!
Awalnya sih ragu-ragu karena, pertama: nyari disk programnya di magelang susah - (ref. Mas servis komputer), ngunduh jelas gak mungkin. file gede! kedua: mikir tentang file-ku yang ada di flash, e-book-ku yang tidak hanya pdf, tapi iuga lit, e-pub, djvu, bisa gak dibuka? belum lagi file serif pageplus dan cdr, atau juga font kesayanganku belum tentu bisa kutemukan di open office word, kan?
Akhirnya nekat setelah kupastikan pada mas speedy bahwa modemnya masih tetp konek klo kuganti OSnya jadi underlinux plus sudah kubawa programnya dari bandung.
"kami gak bisa nanggung klo ada apa-apa, termasuk nginstal nambah program lho", begitu kata mas servis komputer saat kuangkat CPU-ku dari meja servisnya.
"OK.." kupikir aku punya banyak program portable yang bisa di ran tanpa instal
Saat kucoba kujalankan programnya di rumah.. jreng.. modem langsung konek tanpa re-set, u-buntu langsung OK, dan langsung pusing juga karena harus menyesuaikan diri dari windows xp ke u-buntu. Belum lagi program portable-ku gak bisa dibuka sama sekali. Pikiran sederhanaku cuma bisa bilang "tentu saja ini yang menyebabkan dia kebal virus, program exe gak bisa sembarangan ter-autoran"
Betul, kan! e-book yang pdf mudah dibuka tapi yang lit, djvu, e-pub...sementara biarlah hilang dari kompi-ku. Ada lagi.. gak bisa mempage maker dengan serif, dan gak bisa ngutak-atik gambar.
tapi aku tidak akan menyerah..apalagi mbah google ternyata setia membuka pintu untuk kukunjungi. dia membukakan cara untuk menambah program-program di ubuntu.
Membuatku terpana, ternyata semudah ini menambah program-program baru di ubuntu. semua jenis e-bookku bisa dibuka juga program mempagemaker-nya karena ternyata ubuntu memang sudah memberikan settingannya tinggal instal,bahkan juga utak-atik gambar dan nambah font gaya ms word.
Cuma sayangnya yang sekelas coreldraw belum juga kutemukan. Hanya bisa GIMP yang ternyata fasilitas editingnya gak seperti yang kubayangkan. Bikin capek! Sementara Inkscape-nya gak bisa dibuka gerbangnya.
... Cuapek deh!
lagi-lagi kutanya simbah. semua link menawarkan wine untuk terowongan menuju corel.
lama kutimbang. jangan-jangan wine ini barang haram di ubuntu, maksudku klo dia jadi terowongan masuknya program berbasis windows berarti bisa jadi masuknya virus juga kan - hanya pikiran orang yang ketakutan, bimbang karena gak bisa ngedit gambar.
kulihat kitab application>ubuntu software center... ternyata memang di sana tersedia wine. dua versi malah... Akhirnya kucoba menginstal wine..demi gambar-gambar yang biasa kukutak-katik untuk menghias halaman tulisanku.
teng..teng..teng.. selesai instal wine. Ini baru terowongannya. belum ke program sesungguhnya. Bener-bener! Pikiranku cuma satu. klo ada program halal yang dah terpacking dalam ubuntuku aku lebih baik menggunakan itu daripada terulang melayangnya harddisku.
kubuka lagi kitab itu dan... kali ini Inkscape-nya berhasil konek..
Alhamdulillah.. Sekarang, jadi bisa make program di dalam package ubuntu semua...tinggal mempelajarinya lagi untuk membiasakan diri.
Proposal?
Bagaimana kalau nanti dulu saja ya..

Senin, 10 Oktober 2011

Mengolah Gas Rumah Kaca


Mau?
Perubahan iklim, efek rumah kaca, dan pemanasan global adalah istilah - istilah yang melekat erat dengan makin melimpahnya buangan gas karbon dioksida di atmosfer kita. Berkait dengan hal itu, banyak ilmuwan yang mencoba untuk mengolah CO2 ini ke tingkat yang dikatakan aman untuk bumi dan manusianya.
Beberapa ilmuwan mencoba untuk memodelkan apa yang dilakukan oleh bumi kita berkait dengan CO2 ini. Bumi kita ternyata telah lama pandai menyimpan karbon dioksida dengan cara mengubur dan menjebaknya dalam bentuk gas terlarut dalam air bawah tanahnya. Penelitian di sembilan wilayah dengan kedalaman lebih dari 700 meter menemukan bahwa tidak ada kebocoran dalam simpanan karbon dioksida oleh bumi, bahkan di beberapa wilayah, CO2 telah tersimpan selama 40juta tahun. Menyadari bahwa cara simpan ini aman, para kimiawan mencoba untuk mengembangkan hal yang sama. Meskipun demikian masih disadari bahwa saat CO2 terkonversi menjadi bentuk yang terlarut, bentuk ionic atau bahkan bentuk senyawaan mineralnya, keamanan penyimpanan memang meningkat akan tetapi masih ada kemungkinan CO2 justru terlepas pada tahap awal penyimpanan. Jadi masih perlu banyak penelitian untuk itu, ya?
Sementara  menyimpan dianggap sebagai cara yang mudah dan ekonomis untuk mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer, beberapa ilmuwan mencoba jalan lain, yang dianggap sulit, yaitu memecah molekul karbon dioksida untuk kemudian diubah menjadi senyawa lain yang berguna.
Prototype reactor matahari - Sandia Nat Lab
 
Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh peneliti pada Sandia National Laboratories, New Mexico. Mereka mengembangkan prototype reactor matahari yang didesain dengan menggunakan cermin raksasa untuk mengumpulkan sinar matahari menjadi berkas yang sangat kuat yang disalurkan ke dalam cincin oksida logam di dalam setiao reactor. Cincin ini terbuat dari keramik ferrite (Fe3O4) terdoping kobal. Dengan sinar matahari yang terkumpul yang diarahkan pada cincin ini, cincin ini akan terpanasi hingga lebih dari 1400oC dan melepaskan gas oksigen. Material tereduksinya (FeO) diputar pada kamar yang berisi karbon dioksida dan akan mengambil oksigen dari molekul CO2. Hal yang sama juga terjadi saat cincin tereduksi ini dimasukkan dalam ruangan berisi air. d reaksi termokimia ini akan menghasilkan gas karbon monoksida dan hydrogen (selanjutnya campuran ini disebut “syngas”), bahan dasar untuk membuat bahan bakar hidrokarbon. Setelah itu, cincin akan diputar lagi ke tempat paparan sinar matahari. Jadi proses ini akan merupakan proses yang kontinu. 
Biakan bakteri dalam cawan petri
Berdasarkan prototype yang sedang dikembangkan ini, akan diperlukan sekitar 121.400 hektar cermin untuk mengumpulkan sinar matahari yang cukup untuk memproduksi setara dengan 1 Juta barrel minyak per hari. Saat ini konsumsi bensin dan bahan bakar cair lainnya dunia per hari adalah 86 juta. 
Beda lagi dengan beberapa ilmuwan yang bekerja dengan bakteri. Mereka memodifikasi gen bakteri yang dapat memakan karbon dioksida dan menghasilkan senyawa kimia yang lebih dapat digunakan. Salah satunya adalah James Liao dan para peneliti dari University of California, Los Angeles, US, yang memodifikasi gen bakteri agar dapat menghasilkan isobutiraldehida – senyawa perkursor untuk beberapa bahan kimia berguna, termasuk isobutanol yang punya potensi tinggi sebagai bahan bakar alternative.
Bakteri penghasil bahan bakar
Tim James Liao menggunakan Cyanobacteria dan microalgae yang mengkonsumsi CO2. Kedua mikroorganisme ini memang telah lama diidentifikasi mengkonsumsi karbon dioksida tapi taksatupun yang menghasilkan molekul cair yang dapat dengan mudah digunakan sebagai bahan bakar. Tim memodifikasi gen dari sianobakter Synechococcus elongates  (pics: http://newsroom.ucla.edu/portal/ucla/srp-view.aspx?id=88134  dan http://researchmatters.asu.edu/stories/shedding-light-photosynthesis-922) dengan menempelkan empat gen dari bakteri berbeda ke dalam strukturnya. 
Gen Synechococcus elongates
Gen tersebut, yang berasal dari L. lactisB. subtilis dan E. coli, akan mengambil alih metabolism mikroba dan mengubahnya menjadi proses pembentukan isobutiraldehida. Sintesis ini dimulai dengan konversi secara fotosintetik dari CO2 menjadi asam piruvat oleh bakteri. Selanjutnya proses tiga langkah menjadi isobutiraldehid terjadi akibat penambahan gen tadi. Agar bakteri tetap dapat memproduksi isobutialdehid ini, hasil akhir harus diekstraksi dengan cara diuapkan.
Tapi paling tidak alternative cara ini lebih baik daripada berkompetisi dengan penggunaan bahan pangan untuk pembuatan bahan bakar. Beberapa penggunaan lain mikroba untuk tujuan yang sama dapat diaduk-aduk di rumah Mbah kung Gugel.
Pengolahan lain gas rumahkaca si karbon yang bergandengan dengan oksigen dua ini adalah dengan mengubahnya menjadi senyawa dasar untuk pembentukan senyawa lain yang lebih berguna. Thibault Cantat dan timnya dari French Alternative Energies and Atomic Energy Commission (CEA) telah mengembangkan proses fungsionalisasi CO2 menjadi formamida. Mereka menseleksi amina untuk memfungsionalisasi karbon dengan ikatan C-N dan silan untuk reduksinya. Katalis yang digunakan adalah basa organic 1,5,7-triazabisiklo[4.4.0]dek-5-ena (TBD). 
Mekanismenya belum jelas akan tetapi dikatakan setara dengan reaksi yang terjadi antara COdengan amina untuk menghasilkan karbamat. Proses ini terstabilkan oleh katalis TBD dan hasil dari reaksi ini adalah formamida, senyawa berguna yang biasanya diproduksi dari industry petrokimia. Penelitian ini masih terus dikembangkan, namun paling tidak kita melihat dua hal, yaitu pengurangan gas rumah kaca CO2 dan penggunaan minyak bumi untuk produksi bahan seperi formamida


(disarikan dari beberapa artikel di chemistry world, national geographic  dan ecofriend )