Tampilkan postingan dengan label Dunia Edin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Edin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2011

Perang Khas Edin

Jika sempat bertemu dengan edin, ajaklah dia berperang. Tapi ini perang bukan sembarang perang. Perang Kata Lucu...
Entah bagaimana dia mendapat istilah itu dan aku juga lupa kapan dia memulainya. Hanya yang kuingat itu sekitar sebelum dia masuk TK Pertiwi,   (berarti sudah hampir dua taunan ini)... awalnya kami memainkannya sebelum dia tidur siang untuk mengganti dongeng.

Apa itu perang kata lucu? sebenarnya mirip berbalas pantun, tapi gaya edin buangeetth. disebut pantun juga bukan pantun - kalau kupikir, mungkin dia terpengaruh gaya teman upin dan ipin yang suka berpantun itu - jarjit. Tapi, sungguh..yang dilakukan edin bukan berpantun. Ini dia ajaibnya:
  • selalu dimulai dengan kata "dua"... dan ditambah kata "sedang" meskipun tidak selalu
misalnya: "dua kepik stroberi sedang berjalan" .. (kepik strawberry adalah binatang favoritnya untuk perang kata lucu!)
  • dilanjutkan dengan kata "tapi...." paling sering diikuti kata "tiba-tiba" tapi tidak selalu. yang jelas kemudian dirangkai dengan kalimat seperti sampiran dalam pantun
misalnya: "tapi tiba-tiba diguyur cat hijau dan hitam, terus dia jadi kepik semangka"
  • dan diakhiri dengan tertawa lucu gaya edin....
  • dilanjutkan dengan lawannya melontarkan kata lucunya - yang tidak harus bersambung, tapi adalah kejadian ajaib yang lucu, kalau tidak lucu ya...anggap saja lucu dan harus tetap tertawa... Wkkkkkkkk

Jadi inilah kata lucu yang dia lontarkan:
inilah binatang favorit edin yang disebutnya kepik strawberry
"dua kepik stroberi sedang berjalan,
tapi tiba-tiba diguyur cat hijau dan hitam, terus dia jadi kepik semangka"
dijawab:
"dua peri gigi salah nyabut gigi,
tapi yang dicabut adalah bayam di halaman"..

kalau kata-kataku menurut dia lucu, biasanya dia akan membahasnya dengan heboh sambil tertawa, sebelum dia siap dengan kata lucunya. ditandai dengan kalimat " sekarang edin" dan dia memulai lagi kata lucunya dan seterusnya dan seterusnya... 
Inilah perang kata lucu khas edin.. Yuk tertawa..menikmati indahnya dunia kanak-kanak..

Sabtu, 01 Oktober 2011

besi dan bom

..ini cerita tentang hari pertama edin masuk sekolah di SD. (lama tersimpan di draft, lupa gak dipublish)
Pulang sekolah, sambil berganti baju, edin bercerita..
" yah, tadi di sekolah ada yang baca puisi,.. lucu..."
"gimana?"
"rumahku - rumahku terbuat dari besi..
didalamnya ada kotak
berisi bom
kotaknya meledak...
dddduuuuaaaarrrrr.....
...hahahahaaa...lucu kan, yah?"

aku ikut tertawa melihat kelucuannya..
"coba edin bisa gak bikin puisi yang lain?"
"bisa...
...sepatuku
sepatuku ada besinya
di dalamnya ada bom
sepatuku meledak...
dddduuuuaaaaarrrrrrrr...
hhahahhaaa.. bisa, kan? lucu kan?"
sejenak aku tertawa, dia belum tau yang kumaksudkan...
"iya, tapi coba bikin puisi yang gak pake besi sama bom gitu..."
"emmm..kalo stroberi boleh gak?... " wah dia sudah tau,pikirku, apa yang dia pikirkan tentang strawberry ya.."boleh aja"
"stroberi...berwarna merah..
walo gak pake besi dan bom...
dia bisa meledak..
ddduaaaaaarrrr......" (lho...aku bengong)
tapi akhirnya kami tertawa bersama...
wkkkkk.... (aku menyerah!...hahahhaaahaa..)

Kamis, 21 April 2011

Mereka Dongeng Untuk Edin

Membacakan cerita sebelum tidur untuk edin sudah kulakukan sejak dia berusia tiga tahun.. aku biasanya membacakan cerita-cerita pendek bergambar seperti franklin dan beberapa buku asing lainnya. Awalnya dia punya buku favorit yang sering ingin ia dengarkan sebelum tidur. Franklin dan Pesta Halloween - sampai dia hafal semua kalimat yang ada di buku itu.
Tapi belakangan dia hanya ingin ceritanya satu kali baca... hasilnya semua buku di lemari sekarang berlabel 'sudah dibaca' dan aku mulai beralih ke dongeng yang dulu sering kudengar dari sanggar cerita di radio.. dan itupun terbatas. apalagi kalau sudah asyik cerita aku suka lupa - ni cerita endingnya gimana ya, kenapa bisa tokoh ini seperti ini dan yang itu seperti itu..kadang-kadang pusing cari alasannya.
Akhirnya....
Aku memutuskan untuk membuat dongengan sendiri. menciptakan dunia dongeng sendiri dan tokoh-tokohnya sendiri.
Pada awalnya cerita-cerita itu aku buat satu kali selesai.. sekitar 10 - 20 menit cerita. Tapi karena idenya harus buat setiap hari, aku mulai mencoba menceritakan dongeng bersambung untuknya...
Hasilnya...
Dia sangat antusias setiap kali mau tidur, karena ingin mendengar lanjutan ceritaku...
Tapi...karena sekarang cerita yang setiap penggalannya kuceritakan sekitar 10 - 20 menit itu sudah berlangsung satu bulan, aku mulai lupa setiap karakternya, apa ciri mereka, apa kemampuan yang mereka miliki, bagaimana perilaku mereka, siapa namakerabat dan teman-teman mereka. Padahal Edin masih mengingat setiap detail tokohnya...
Jadinya...setiap kali ceritaku harus terpaksa dipotongnya untuk membetulkan karakternya, atau aku memancing dengan pertanyaan setiap kali aku lupa bagaimana perilaku si karakter yang sedang masuk dalam penggalan dongeng malam itu...
Maafkan ayah ya, Din. Maklumlah, pendongeng amatir... :D

Selasa, 28 Desember 2010

susu coklat

10 November 2010, sehari setelah ulang tahunnya yang kelima, dia minta diajak ke gardena - supermarket di kota magelang. Dia pasti sedang meminta sesuatu. Ini sudah menjadi kebiasaannya, dia jarang meminta diajak ke supermarket atau bahkan ke warung. Jika dia meminta bisa dipastikan dia menginginkan sesuatu. Kalau tidak mandi bola, mungkin snack. Dia tidak akan meminta mainan di supermarket karena sudah kuberitahu harganya jauh lebih mahal daripada di grosir mainan.
Sampai di supermarket ini ternyata dia langsung ke rak susu formula. Dia minta susu rasa coklat. Aku tersenyum, aku ingin langsung memberikan apa yang dia minta. Bukan apa-apa dia sudah begitu lama menunggu untuk itu, tapi karena persediaan kami masih banyak. kujanjikan padanya untuk membelinya minggu depan. Sungguh...aku terharu, dia mengendapkan keinginannya selama setahun lebih dan tidak melupakan sama sekali janjiku.
Dari bayi edin sudah diberi susu formula karena ASI dari mamanya memang tidak lancar. Kami tidak memberinya rasa lain selain madu. sebenarnya coklat adalah rasa yang paling dia suka dan vanilla sama sekali tidak disukainya.
Saat usianya baru 3,5 tahun edin sudah ikut sekolah TK di dekat rumah. Di sinilah dia tahu susu rasa coklat dari temannya. Dan, dia minta ganti rasa susunya. Kujanjikan padanya, dia boleh minum susu rasa coklat setelah ulang tahunnya yang kelima.
Dan hari itu dia memintanya....
27 Desember 2010.. Dengan terburu-buru karena banyak hal yang harus dikerjakan, aku membeli susu formula untukk edin. Coklat dan Madu.. kami memang sengaja mencampur dua rasa ini agar kadar coklat yang dia minum tidak terlalu banyak. Sampai di rumah aku baru menyadari bahwa... gambar di kemasan susu formula itu adalah anak perempuan. Waduh! Edin pasti akan protes. Sejak menggunakan susu formula dengan tanda 3+ dulu, dia selalu mengatakan "gambar susunya yang untuk edin harus 'cowok', karena  yang gambar 'cewek' untuk mbak, bukan mas seperti aku"
Benar saja, saat dia melihat kemasan susu itu dia sudah protes "ayah lupa,ya? kok belinya yang gambar mbak?" - terlambat aku belum sempat membuang kemasannya
Dan saat dia kubuatkan segelas susu untuknya dia berkata "ayah, edin mau dibikinkan susu yang dari susu yang masih ada di wadah itu (kami selalu memindah dari kemasan ke wadah), putih juga gak papa. gak usah coklat". "Ayah harus mengembalikan susu-susu itu dituker dengan yang gambar mas"
....
Hii..baiklah bos kecil!
:) 
 

Selasa, 21 Desember 2010

Dongeng untuk Anak

kadang-kadang ingin mengikuti saran para ahli anak: sebaiknya anak dibiasakan dibacakan dongeng sebelum tidur.
aku cari di toko buku sampai internet-cari downloadan buku dongeng gratis, agar mama-nya edin bisa membacakan edin dongeng sebelum tidur.
tapi…
mengapa setiap dongeng selalu tentang harta, kekayaan, uang yang banyak, baju-baju bagus dan mahal…terus ujungnya selalu saja sang pangeran menikah dengan sang putri.
lha, umur edin khan baru 3 tahun! jangan-jangan menanamkan materialisme, hedonis dan… sejak dini…?
dipindah dari: http://purtadi.wordpress.com/ 

Gigi dan Permen

setelah insiden gigi berlubang, aku ngomong sama edin
” jangan makan permen dan coklat ya, nanti giginya banyak yang berlubang”
“bukan permen yang bikin gigi edin berlubang ayah, tapi kacang” katanya, karena giginya ketahuan berlubang karena ada kacang yang masuk ke lubang giginya
aku harus meyakinkannya
” tidak, edin. saat edin maem permen, itu gigi edin mulai berlubang, pas edin maem kacang, kacangnya masuk ke lubang itu” kataku. dia diam entah tahu atau tidak.
siang itu edin mau disuapi bubur sama mbah putri-nya tapi menolak. Mbah putri-nya merayunya: “nanti dibelikan permen”
dia tambah menolak dan ngomong: “tuh, yah. mbah putri mau belikan edin permen, biar gigi edin pada bolong semua”
aku tertawa… ohalah…
http://purtadi.wordpress.com/

Edin dan Matahari

untuk mengajari edin kebiasaan membaca, aku sering membacakan buku untuknya. Kemarin sore aku bukakan dia buku tentang explorasi matahari. sekedar untuk membangkitkan minatnya karena banyak gambar-gambar bagus di dalamnya. aku ceritakan ke dia tentang gambar-gambar itu.
sampai di bagian akhir buku, aku tanya ke dia.
” edin mau terbang ke matahari?”
” iya, sama ayah, edin nanti mau naik tangga berjalan terus mandi bola, terus maem ayam goreng, trus kalo dah capek pulang. edin juga mau es krim” jawabnya dengan kalimat berjejal tanpa bisa kupotong
pardon me….!
http://purtadi.wordpress.com/

obat sembuh?

cuaca memang agak tidak menentu. karena terserang sedikit batuk saya minum obat.
edin melihatku dan bertanya ” ayah minum apa?”.
“obat batuk”, jawabku
“kalau edin mau minum obat sembuh” timpalnya dengan polos
aku tertawa, berfikir apa gerangan yang dipikirkan anakku
Dipindah dari: http://purtadi.wordpress.com/ ditulis pada: 17 Februari 2009 oleh purtadi

belajar memilih (pindahan)

(tulisan ini ku ketik tanggal 2 Februari 2009)
[karena edin adalah balita satu-satunya di rumah, mungkin kadang-kadang dia memerlukan teman sebayanya. kebetulan ada beberapa anak tetangga yang seumuran dengannya, meskipun kadang-kadang dia juga bermain dengan anak yang lebih tua darinya. hal yang menjadi "extra energi" bagi kami adalah kami belum punya cara untuk menghentikan tangis edin kalau ditinggal teman-temannya. dia akan menangis agar teman-temannya mau main dengannya di rumah atau tetap main dengannya di halaman rumah mereka]
hari minggu sore, karena hujan mulai turun, edin tidak diperbolehkan main ke luar rumah. sebagai gantinya teman-temannyalah yang main di dalam rumah kami.
kubiarkan dia bermain digarasi dengan teman-temannya. aku sendiri merebahkan diri di ruang tv, sambil menunggu saat-saat di mulai protes karena temannya pulang, dan itu pasti terjadi.
aku tidak mendengar suara langkahnya (dia selalu berlari) tiba-tiba dia sudah di depanku dan mulai menangis.
aku pikir teman-temannya mulai berpamitan pulang
dalam tangisannya dia ngomong “ayah, edin tidak punya mobil merah dan hitam” sambil membuka tangannya yang kosong.
aku tanya mengapa, dia menjawab “mobil edin diambil pandu”
aku tahu maksudnya, mobilnya dipinjam temannya dan dia takut mengambilnya. bukan tidak berani kupikir, karena dia sering mempertahankan miliknya atau merebut paksa :-) , tapi karena dia tidak ingin teman-temannya pulang
aku ragu-ragu untuk mengatakan ini, tapi aku pikir apa salahnya dicoba,
“edin ingin teman-teman edin di sini khan?” dia diam saja
“kalau ingin teman-teman edin di sini, edin harus meminjamkan mainan edin pada teman, kalau tidak mau dipinjam, temannya tidak usah diajak main ke sini” dia masih diam berlinang air mata
“mobilnya boleh dipinjam atau temennya pulang?” ini yang aku maksudkan kucoba. aku ingin melatihnya membuat keputusan dari sebuah pilihan. mungkin terlalu naif atau sudah terlambat untuk usianya yang sudah 3 tahun. tapi aku tahu ia mulai berpikir. aku pikir dia akan menjawab hal yang lain, khas anak-anak yang tidak mau memilih. tapi setelah diam beberapa detik ia berkata…
“mobilnya boleh dipinjam”
aku menciumnya. “Ok, sekarang ayah temani edin main sama teman-teman”
aku tahu dia memberi keputusan yang berat bagi dirinya sendiri. dia memilih temannya. meskipun. akhirnya terjadi juga apa yang biasa terjadi. temannya berpamitan pulang dan dia menangisi…. ” teman, disini saja, kasihan edin, ayo main teman, ayo nonton tv teman…”

belajar membedakan (pindahan)

(tulisan ini juga kutulis pada bulan oktober 2008)
masih ingat teori Piaget tentang pemerolehan konsep oleh anak. istilah asimilasi, akomodasi, ekuilibrium dan disekuilibrium sangat lekat dengan teori ini. Hal yang masih saya ingat adalah contoh yang diberikan untuk proses ini. “jika anak melihat binatang berkaki empat dan diberitahu bahwa binatang itu adalah kucing, saat anak ini melihat binatang lain yang juga berkaki empat maka dia akan menggeneralisasinya sebagai kucing”
aku berfikir “apa memang seperti itu?”
ini tentang apa yang kulihat pada anakku.
saat ada tamu anakku diminta untuk “salim”, bahasa khas untuk meminta anak berjabat tangan. dia menolak. saat tamunya pulang, kami bertanya padanya, mengapa dia tidak mau “salim”.
ia menjawab: “edin tidak mau salim sama tamu, kalau salaman mau”
kami heran, dan bertanya ” memang beda?, kalau salaman gimana?”
dia memegang tangan mamanya dan digoyangkan, sambil kepalanya mengangguk
kami melanjutkan ” kalau salim?”
dia memegang tangan mamanya dan menempelkannya di pipi
aku dan mamanya tertawa… ternyata dia membedakan salim dan salaman
kalau sama-sama berjabat tangan saja dia sudah membedakan salim dan salaman, apakah tidak mungkin dia tidak menggeneralisasi semua hewan berkaki empat?
(entahlah, mungkin aku ngantuk saat dijelaskan teori piaget lebih lanjut)

tiko biki: kata anakku (pindahan)

(Tulisan ini kubuat pada kamis, 02 Oktober 2008, di blog yang sudah kuhapus)
Ini tentang anakku. Dia sangat suka sama film-film anak-anak. semula memang dari “keisenganku”. Sampai umurnya mendekati satu tahun, dia sering bangun malam. maklum tidurnya sore-sore. Kadang-kadang malah siang! Padahal aku harus sering kejar tayang gak tidur sampai menjelang pagi. Seperti berselisih jalan, sekitar jam 2 – 3, saat aku harusnya mulai tidur dia malah bangun. tuh bingung kan?
pas aku nguantuk berat, di kutempatkan di depan komputer, trus aku putarkan film kartun yang agak lambat tapi gambarnya bagus. pilihanku pada film barbie yang “swan lake”. tak disangka dia malah suka, bukan pada barbienya tapi pada kudanya (sebenernya sih unicorn) yang lucu. dia selalu minta “film kuda” setiap kali bangun malam.
lama-lama aku bosen juga kan harus nemenin dia nonton film yang sama setiap malam. akhirnya mulai petualanganku cari film anak-anak, berbagai macam jenis. cuma aku selalu menghindari tom&jerry, juga film robot dan kartun-kartun jepang karena anakku cenderung hiperaktif.
sekarang usianya hampir tiga tahun, entah ada berapa puluh CD dan DVD film anak-anak di rak kaset.
yang aku herankan, dia hafal seluruh isi kasetnya, bahkan kalau aku atau siapapun yang memutarkan kaset untuk dia, dia sudah tahu film apa yang akan muncul sejak satu nada di musik pembukanya.
Nah, yang lucu kadang kadang, para orang gede di rumah harus menebak film apa yang dia mau. kadang-kadang dia ingin film dengan adegan tertentu. misalnya tupai yang ditinggal mamanya..nah lho film apa itu? atau yang awannya hijau dan mandeg-mandeg. itu masih untung kalau dia pas ngomong jelas, kadang-kadang karena ngomongnya tidak jelas, sampai beberapa saat harus gugup karena dia mulai nangis. bayangkan siapa kira binaurus maksudnya adalah dinosaurus (land before time), ngwiwin adalah pinguin (happy feet) dan titti adalah tinky-winky (teletubbies)
Ya terpaksanya orang gede harus membuat kamus bahasa dia. Kadang-kadang, kita-kita harus memperlihatkan padanya disk filmnya satu-satu. Tapi, itu setahun yang lalu
Alhamdulillah sekarang dia sudah ngomong lancar sekarang, jadi komunikasi lumayan tak terhambat. dia sudah bisa ngomong dinosaurus dan pinguin
Tapi tinky-winky? kenapa dia menamainya jadi tiko biki ya?
(tambahan hari ini: dia sudah dapat mengucap tinky winky dengan fasih)

Sabtu, 18 Desember 2010

kok mesjidnya sepi?

selesai shalat dhuhur, edin bertanya: 'kok mesjidnya sepi, yah?.. kok mesjidnya cuma rame pas hari jumat saja? orang-orangnya pada kemana kalau bukan hari jumat?'
...hehe.. pertanyaan sederhana tapi susah menjawabnya, sekaligus menusuk ke hatiku...

Jumat, 17 Desember 2010

Mengapa Superman Memakai Celana Dalam di Luar?

Sering orang membuat penjelasan untuk pertanyaan itu, tapi ternyata edin punya penjelasan lain:
'saat ada orang yang teriak minta tolong, superman sedang pakai baju biasa, trus dia buru-buru ngambil kostumnya, trus lari ke orang itu, pas dia lari, dia baru ingat ia belum pake celana dalam, dia balik lagi, karena buru-buru langsung saja dia pake celana dalamnya itu di luar...'
.... hahaha...good explanation, kid!

Otak Menthok

melihat banyak kotoran menthok di depan rumah, aku sedikit kesal. maklum rumah memang di tepi jalan seberang kali kecil (kalen) jadi banyak menthok yang mampir sebentar cekedar ngadhem kali ya.. :-)
Saat ku katakan 'dasar menthok! kalau buang kotoran sembarangan!', edin berkata, menjelasakan..
'ayah, menthok itu otaknya kecil, jadi gak bisa berpikir apa-apa. dia gak bisa buat wc sendiri untuk e-e...'

aku harus tersenyum, dan mencium anakku tersayang...