Tampilkan postingan dengan label journal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label journal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2013

Download Jurnal di Ebsco melalui PerpusNas RI

Mengunduh di Ebsco termasuk yang paling sederhana karena tidak terlalu banyak link anakannya..
Kalau kita login di http://e-resources.pnri.go.id  dan memilih Ebsco, kita akan mendapatkan laman seperti ini

kita bisa memilih di antara ketiga ikon tersebut, misalnya ikon pertama, "business..dst"
maka kita akan mendapatkan laman seperti ini

 seperti yang dituliskan oleh admin ebsco, kita bisa memilih salah satu dengan mencentang sumber-sumber pilihan lalu pilih "continue", atau boleh klik salah satu. contoh saya adalah klik "Education Research Complete", hasilnya adalah kolom pencarian seperti berikut:

 kita tinggal mengetikkan kata kuncinya dan klik "search" dan kita akan diberi deretan material yang dapat kita unduh seperti berikut ini:

 kita bisa meng"klik kanan" pada ikon "PDF Full Text" untuk menyingkat waktu, atau mungkin dilihat dulu isinya (jika kita punya banyaaaak waktu dan pulsa gratis). untuk yang menggunakan foxit (alternatif dari pdf reader) akan tampil seperti ini


silakan dibaca-baca dulu, jika ingin mengunduhnya, klik saja ikon unduh di kanan atas (gambar kertas dengan tanda panah ke bawah, disebelah gambar printer) dan kita akan mendapatkan laman kita menjadi seperti ini

silakan klik save... jangan lupa pilih folder penyimpannya biar tidak lupa..
Selamat mencoba, semoga bermanfaat...
(jangan lupa, komentar anda ditunggu untuk semakin memperbaiki pembelajaran saya, terimakasih)

Download Jurnal Taylor and Francis lewat Perpusnas RI

tulisan ini untuk teman baikku yang ingin dijelaskan lebih detail mengenai mengunduh jurnal lewat perpusnas setelah dia mendaftar seperti yang di jelaskan di tulisan sebelumnya (mengunduh jurnal lewat pnri)
supaya tidak terlalu panjang, kutuliskan satu-satu caranya. mulai dari favoritku: Taylor and Francis

setelah login di http://e-resources.pnri.go.id kita akan mendapat pilihan penyedia refren di bilah kiri (daftar tulisan) atau di bawah (ikon)

klik saja "Taylor and Francis'
maka akan muncul laman seperti berikut

 

 pilih dan klik salah satu tautan yang ada (di bawah "Browse by subject), misalnya "Education"
 akan muncul laman berikut:


klik (cek) pada bagian "journals"  dan pilih salah satu pilihan di bawah "Education",  -- sebenarnya bisa saja kita pilih-pilih jurnal dengan melihat semua, klik saja angka di bawah daftar jurnal untuk melihat jurnal berikutnya.... ada buanyaaaaaaaaaaaaaaaaakkk...silakan berpetualang.

 jika kita memilih, misalnya "secondary Education" dan pilihan "by subject" diteruskan "science" maka kita akan mendapatkan pilihan jurnal di bilah tengah (sebelah kanan dari yang kita pilih tadi) satu jurnal "studies in science education" seperti berikut ini

silakan klik tautan itu dan kita akan mendapatkan berbagai artikel dari jurnal tersebut. namun mungkin tidak semuanya gratis, tergantung berapa banyak yang dilanggan oleh perpusnas kita tercinta.

Cara lainnya adalah, saat kita masuk ke laman Taylor and Francis, kita langsung mengetik kata kunci  yang kita inginkan di bilah pencarian (search) yang ada di bagian paling atas, seperti ini:


tapi cobalah untuk klik "advanced search" yang ada di paling kanan itu, hingga muncul seperti ini:
 fungsinya adalah kita membatasi pencarian pada apa yang kita bisa unduh saja,
caranya adalah dengan melihat di kolom kiri bagian pilihan paling atas, kita dapat memilih jurnal (journals) atau reference works, nah di bawahnya, pilih pada "only content i have full access to"
baru kemudian ketikkan kata kunci pada form di bawahnya, tidak perlu semua diisi, biasanya kita mencari berdasar judul, maka, isi saja pada "article title"

kita bisa membuat alternatif diengan membuat pilihan di sebelah kanan, tapi sebaiknya tidak perlu merepotkan diri. kalau kita membuat pilihan di kanan, maka klik lah "search" yang ada di kanan, tapi kalau tidak cukup yang ada di kolom kiri saja.
dan... ini dia kita akan melihat hasilnya

...Mannnaaaa?
tak perlu kaget, kita akan mendapati seolah laman tidak berubah, tapi tunggu... scroll down alias geser mouse ke bawah dan kita menemukan daftar artikel yang kita cari, seperti ini
 kita bisa mengunduh dengan cara meng-klik kanan pada tulisan "download full text" hingga muncul ini:


pilih "save link as.." kemudian silakan di save..
selamat mencoba
tuliskan komentar jika ada pertanyaan atau masih bingung

Jumat, 07 Juni 2013

Download Jurnal Gratis lewat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

ini adalah kabar menyenangkan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia alias PNRI terutama bagi yang sering memerlukan jurnal tapi susah downloadnya karena harus bayar, sementara nitip ke teman yang lagi ada di LN juga sering gak dibales karena sibuk. PNRItelah melanggan jurnal-jurnal dari beberapa publisher jurnal ternama. kita tinggal registrasi saja dan setelah terkonfirmasi kita dapat mengunduh berbagai jurnal yang disediakan

caranya?
registrasi dulu di:  http://keanggotaan.pnri.go.id

 karena kita belum ndaftar, klik saja tombol daftar di atas
selanjutnya kita akan mendapati laman ini.
 klik saja tombol biru 'lanjutkan pendaftaran' di kanan atas
kita akan diberi form pendaftaran anggota seperti berikut. untuk mengisinya kita perlu SIM/KTP/KK/Kartu Siswa atau KarMas.. siapkan salah satu saja

 Isi semua, tapi kalau males cukup isi pertanyaan yang bertanda *. Isi dengan sebenarnya ya..
scroll ke bawah, jangan lupa klik kotak "saya menyatakan data ...dst.. seperti di bawah ini



 kalau sudah kita akan mendapatkan nomor anggota pnri.
Jangan lupa, CATAT baik-baik nomor tersebut karena akan digunakan selanjutnya.

sudah bisa mulai akses?

Belum.
itu baru anggota perpustakaannya, untuk mengakses jurnalnya, kita masih perlu registrasi di http://e-resources.pnri.go.id 
klik link-nya dan kita akan mendapati laman ini



pada alinea ke tiga penjelasan di laman tersebut ada link 'KLIK DISINI' klik saja untuk registrasi dan kita akan diantar ke form berikut. (di form ini kita perlu menuliskan no anggota yang baru saja kita peroleh dari registrasi sebelumnya.
Isi semua ya.. cuma 10 nomor kok.


username dan password mungkin akan digunakan sebagai username dan password kita untuk masuk ke e-resource jika sudah dikonfirmasi nanti, oleh karena itu catat baik-baik

setelah kita klik registrasi yang kita perlukan adalah menunggu. admin pnri akan memberikan konfirmasi aktifasi akun kita melalui email yang kita isikan di form di atas.
aku perlu satu hari nunggu karena ngisi form malam dan besoknya tanggal merah...
selanjutnya jika sudah diaktifasi, masuklah lagi ke http://e-resources.pnri.go.id
 kali ini, langsung saja login


jika sudah kita bisa mulai klik link jurnal di bilah kiri (daftar berupa tulisan) atau bilah bawah (daftar berupa ikon, seperti ini:




setiap alamat mengelola sendiri mesin pencarinya, silakan lihat dan pelajari,
setelah itu silakan download jurnalnya.
mungkin kita akan menemukan tidak terlalu banyak jurnal yang dapat diakses, tetapi mungkin masih cukup untuk kita. mungkin dengan semakin sering kita buka dan memberi masukan pada pnri, koleksinya akan ditambah lagi, semoga..

Jangan lupa ya, jurnal ini didanai oleh rakyat Indonesia, jadi gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.. kalau belum bisa, paling tidak gunakan untuk keperluan yang baik dan jangan di salah gunakan.

Semoga bermanfaat


Senin, 10 Oktober 2011

Mengolah Gas Rumah Kaca


Mau?
Perubahan iklim, efek rumah kaca, dan pemanasan global adalah istilah - istilah yang melekat erat dengan makin melimpahnya buangan gas karbon dioksida di atmosfer kita. Berkait dengan hal itu, banyak ilmuwan yang mencoba untuk mengolah CO2 ini ke tingkat yang dikatakan aman untuk bumi dan manusianya.
Beberapa ilmuwan mencoba untuk memodelkan apa yang dilakukan oleh bumi kita berkait dengan CO2 ini. Bumi kita ternyata telah lama pandai menyimpan karbon dioksida dengan cara mengubur dan menjebaknya dalam bentuk gas terlarut dalam air bawah tanahnya. Penelitian di sembilan wilayah dengan kedalaman lebih dari 700 meter menemukan bahwa tidak ada kebocoran dalam simpanan karbon dioksida oleh bumi, bahkan di beberapa wilayah, CO2 telah tersimpan selama 40juta tahun. Menyadari bahwa cara simpan ini aman, para kimiawan mencoba untuk mengembangkan hal yang sama. Meskipun demikian masih disadari bahwa saat CO2 terkonversi menjadi bentuk yang terlarut, bentuk ionic atau bahkan bentuk senyawaan mineralnya, keamanan penyimpanan memang meningkat akan tetapi masih ada kemungkinan CO2 justru terlepas pada tahap awal penyimpanan. Jadi masih perlu banyak penelitian untuk itu, ya?
Sementara  menyimpan dianggap sebagai cara yang mudah dan ekonomis untuk mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer, beberapa ilmuwan mencoba jalan lain, yang dianggap sulit, yaitu memecah molekul karbon dioksida untuk kemudian diubah menjadi senyawa lain yang berguna.
Prototype reactor matahari - Sandia Nat Lab
 
Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh peneliti pada Sandia National Laboratories, New Mexico. Mereka mengembangkan prototype reactor matahari yang didesain dengan menggunakan cermin raksasa untuk mengumpulkan sinar matahari menjadi berkas yang sangat kuat yang disalurkan ke dalam cincin oksida logam di dalam setiao reactor. Cincin ini terbuat dari keramik ferrite (Fe3O4) terdoping kobal. Dengan sinar matahari yang terkumpul yang diarahkan pada cincin ini, cincin ini akan terpanasi hingga lebih dari 1400oC dan melepaskan gas oksigen. Material tereduksinya (FeO) diputar pada kamar yang berisi karbon dioksida dan akan mengambil oksigen dari molekul CO2. Hal yang sama juga terjadi saat cincin tereduksi ini dimasukkan dalam ruangan berisi air. d reaksi termokimia ini akan menghasilkan gas karbon monoksida dan hydrogen (selanjutnya campuran ini disebut “syngas”), bahan dasar untuk membuat bahan bakar hidrokarbon. Setelah itu, cincin akan diputar lagi ke tempat paparan sinar matahari. Jadi proses ini akan merupakan proses yang kontinu. 
Biakan bakteri dalam cawan petri
Berdasarkan prototype yang sedang dikembangkan ini, akan diperlukan sekitar 121.400 hektar cermin untuk mengumpulkan sinar matahari yang cukup untuk memproduksi setara dengan 1 Juta barrel minyak per hari. Saat ini konsumsi bensin dan bahan bakar cair lainnya dunia per hari adalah 86 juta. 
Beda lagi dengan beberapa ilmuwan yang bekerja dengan bakteri. Mereka memodifikasi gen bakteri yang dapat memakan karbon dioksida dan menghasilkan senyawa kimia yang lebih dapat digunakan. Salah satunya adalah James Liao dan para peneliti dari University of California, Los Angeles, US, yang memodifikasi gen bakteri agar dapat menghasilkan isobutiraldehida – senyawa perkursor untuk beberapa bahan kimia berguna, termasuk isobutanol yang punya potensi tinggi sebagai bahan bakar alternative.
Bakteri penghasil bahan bakar
Tim James Liao menggunakan Cyanobacteria dan microalgae yang mengkonsumsi CO2. Kedua mikroorganisme ini memang telah lama diidentifikasi mengkonsumsi karbon dioksida tapi taksatupun yang menghasilkan molekul cair yang dapat dengan mudah digunakan sebagai bahan bakar. Tim memodifikasi gen dari sianobakter Synechococcus elongates  (pics: http://newsroom.ucla.edu/portal/ucla/srp-view.aspx?id=88134  dan http://researchmatters.asu.edu/stories/shedding-light-photosynthesis-922) dengan menempelkan empat gen dari bakteri berbeda ke dalam strukturnya. 
Gen Synechococcus elongates
Gen tersebut, yang berasal dari L. lactisB. subtilis dan E. coli, akan mengambil alih metabolism mikroba dan mengubahnya menjadi proses pembentukan isobutiraldehida. Sintesis ini dimulai dengan konversi secara fotosintetik dari CO2 menjadi asam piruvat oleh bakteri. Selanjutnya proses tiga langkah menjadi isobutiraldehid terjadi akibat penambahan gen tadi. Agar bakteri tetap dapat memproduksi isobutialdehid ini, hasil akhir harus diekstraksi dengan cara diuapkan.
Tapi paling tidak alternative cara ini lebih baik daripada berkompetisi dengan penggunaan bahan pangan untuk pembuatan bahan bakar. Beberapa penggunaan lain mikroba untuk tujuan yang sama dapat diaduk-aduk di rumah Mbah kung Gugel.
Pengolahan lain gas rumahkaca si karbon yang bergandengan dengan oksigen dua ini adalah dengan mengubahnya menjadi senyawa dasar untuk pembentukan senyawa lain yang lebih berguna. Thibault Cantat dan timnya dari French Alternative Energies and Atomic Energy Commission (CEA) telah mengembangkan proses fungsionalisasi CO2 menjadi formamida. Mereka menseleksi amina untuk memfungsionalisasi karbon dengan ikatan C-N dan silan untuk reduksinya. Katalis yang digunakan adalah basa organic 1,5,7-triazabisiklo[4.4.0]dek-5-ena (TBD). 
Mekanismenya belum jelas akan tetapi dikatakan setara dengan reaksi yang terjadi antara COdengan amina untuk menghasilkan karbamat. Proses ini terstabilkan oleh katalis TBD dan hasil dari reaksi ini adalah formamida, senyawa berguna yang biasanya diproduksi dari industry petrokimia. Penelitian ini masih terus dikembangkan, namun paling tidak kita melihat dua hal, yaitu pengurangan gas rumah kaca CO2 dan penggunaan minyak bumi untuk produksi bahan seperi formamida


(disarikan dari beberapa artikel di chemistry world, national geographic  dan ecofriend )

Jumat, 07 Oktober 2011

Membersihkan Logam Polutan dalam Air dengan Cangkang Telur



Disarikan dari: Rebecca Brodie (2011).  Using eggshells to remove toxic water pollutants. [online] diakses melalui http://www.rsc.org/chemistryworld/News/2011/October/06101101.asp 


Ilmuwan China telah mengembangkan material (bahan) absorben yang terbuat dari membran limbah kulit telur yang dapat mengambil Cr(VI) dari air terkontaminasi. Cr(III) memang diperlukan untuk metablisme, tetapi Cr(VI) sangat toksik dan karsinogenik untuk organisme hidup.
Yuming Huang dan Bin Liu dari Southwest University, Chongqing, telah mendesain biosorben dengan menggunakan cangkang telur. Tau sendiri, kan? cangkang telur selalu dibuang setelah isinya diambil, jadi bahan ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Para peneliti ini memodifikasi membran cankang telur ini dengan polyethyleneimine (PEI) yang mampu meng-kelat logam. Jadi saat air terkontaminasi logam ini melewati membran, Cr(IV) akan diikat oleh membran. Uniknya, selain mengambil Cr(VI) dari air, membran yang mereka kembangkan juga dapat mereduksi sebagian menjadi Cr(III) .

Berminat mengembangkan juga?

kalau ada yang punya akses jurnal silakan cari sumber aslinya:
Polyethyleneimine modified eggshell membrane as a novel biosorbent for adsorption and detoxification of Cr(VI) from water
Bin Liu and Yuming Huang, J. Mater. Chem., 2011
DOI: 10.1039/c1jm12329g


Rabu, 13 April 2011

Blended Learning (Definisi)

Menurut Thorne (2003), Blended learning adalah perpaduan dari: teknologi multimedia, CD ROM video streaming, kelas virtual, voicemail, email dan telefon conference, animasi teks online  dan video-streaming. Semua ini dikombinasi dengan bentuk tradisional pelatihan di kelas dan pelatihan satu-satu. Blended learning menjadi solusi yang paling tepat untuk proses pembelajaran yang sesuai tidak hanya dengan kebutuhan pembelajaran akan tetapi juga gaya si pembelajar.
Perlunya dan signifikansi blended leaning terletak pada potensialnya. Blended learning merepresentasikan keuntungan yang jelas untuk menciptakan pengalaman belajar yang memberikan pembelajran yang tepat pada saat yang tepat dan waktu yang tepat pada setiap individu. Blended learning menjadi batasan yang benar-benar universal dan global dan membawa kelompok pembelajar bersama-sama melintas budaya dan zona waktu yang berbeda. Pada konteks ini blended learning dapat menjadi salah satu pengembangan paling signifikan pada abad 21.

Menurut MacDonald (2008), istilah blended learning biasanya berasosiasi dengan memasukkan media online pada program pembelajaran, sementara pada saat yang sama tetap memperhatikan perlunya mempertahankan kontak tatap muka dan pendekatan tradisional yang lain untuk mendukung siswa. Istilah ini juga digunakan saat media asynchronous seperti email, forums, blogs atau wikis digabungkan dengan teknologi, teks atau audio sinkronus.

Bersin (2004) menjelaskan bahwa blended learning adalah kombinasi berbagai media pembelajaran yang berbeda (teknologi, aktivitas, dan berbagai jenis peristiwa) untuk menciptakan program pembelajaran yang optimum untuk audiens (siswa) yang spesifik. Istilah blended sendiri berarti bahwa pembelajaran tradisional di dukung dengan format elektronik  yang lain. Program blended learning menggunakan berbagai bentuk e-learning, mungkin digabungkan dengan pelatihan yang terpusat pada instruktur dan format langsung lainnya.

Wilson & Smilanich (2005) menyimpulkan bahwa Blended learning adalah penggunaan solusi pelatihan yang paling efektif, diterapkan dalam cara yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Rabu, 22 Desember 2010

Journal CERP

Lama tidak lihat ke journal CERP (chemistry education research and practice) ternyata sekarang lebih berbelit - palingg tidak karena sudah kebiasaan dengan yang lama- dan kelihatannya susah sekali menemukan free fulltext-nya. apa memang sekarang sudah tidak free lagi ya?